5. Pengembangan Pribadi: Mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan interpersonal dan emosional yang kuat, termasuk resolusi konflik, harga diri, dan mekanisme penanggulangan. Memberikan panduan tentang pertumbuhan dan kesejahteraan pribadi.
6. Intervensi Krisis: Bersedia untuk mengatasi situasi krisis yang mendesak, seperti siswa yang menghadapi tekanan emosional, kesedihan, atau masalah mendesak lainnya.
Baca Juga: Resep Tumis Kangkung Bunga Pepaya Khas Manado
7. Kolaborasi Orang Tua/Guru: Berkolaborasi dengan orang tua dan guru untuk mendukung perkembangan siswa secara holistik. Menghadiri konferensi dan pertemuan orang tua-guru untuk membahas kemajuan dan kekhawatiran siswa.
8. Dokumentasi: Menyimpan catatan rinci tentang sesi konseling, kemajuan siswa, dan rencana intervensi. Memastikan kerahasiaan dan mematuhi pedoman hukum dan etika.
9. Rujukan Sumber Daya: Menghubungkan siswa dengan sumber daya dan layanan eksternal, seperti profesional kesehatan mental, tutor, dan organisasi pendukung, bila diperlukan.
10. Pengembangan Profesional: Mengikuti perkembangan tren pendidikan dan konseling, mengikuti pelatihan yang relevan, dan berpartisipasi dalam organisasi profesional untuk meningkatkan keterampilan konseling.
Baca Juga: Bintang Friends Matthew Perry Meninggal Dunia di Usia 54 Tahun
Kualifikasi:
1. Gelar Sarjana atau Magister di bidang konseling, psikologi, atau bidang terkait.
2. Memiliki lisensi atau sertifikasi negara sebagai konselor sekolah (jika berlaku).
3. Memiliki keterampilan interpersonal dan komunikasi yang kuat.
4. Memiliki empati dan kemampuan membangun kepercayaan pada siswa.
5. Memiliki pengetahuan tentang teori pendidikan dan pengembangan karir.
6. Memiliki keakraban dengan alat penilaian akademik dan teknik konseling.