PejuangKantoran.com - Tanpa terasa, batas waktu pendaftaran Beasiswa Fulbright tinggal seminggu lagi! Untuk pendaftar program master dan doktoral, batas waktunya adalah 15 Februari 2024, sedangkan untuk beasiswa kunjungan (Visiting Scholars) batas waktunya masih 1 November 2024.
Bagi yang masih belum berhasil menerima beasiswa ke luar negeri untuk program lain, bisa mencoba Beasiswa Fulbright yang ditawarkan untuk warga negara Indonesia yang ingin melanjutkan studi pascasarjana di Amerika Serikat.
Beasiswa Fulbright untuk program master dan doktoral (PhD) akan memberikan kesempatan menjalani studi masing-masing selama dua dan tiga tahun.
Baca Juga: Lulusan SMA Bisa Bekerja dan Menetap di Amerika, Lho! Ini Jenis Visa yang Kamu Perlukan!
Sedangkan program beasiswa kunjungan ditujukan bagi warga negara Indonesia yang memiliki gelar doktor untuk melakukan penelitian selama tiga hingga enam bulan di Amerika.
Beasiswa yang diselenggarakan oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) ini mengutamakan kandidat yang belum punya pengalaman studi di Amerika Serikat, misalnya mereka yang pernah menerima beasiswa Fulbright.
Beasiswa ini juga sangat terbuka bagi kandidat yang berada di luar kota-kota besar di Pulau Jawa, misalnya Indonesia bagian timur.
Ada pula Hibah Fulbright untuk Dosen Indonesia yang didanai DIKTI, program khusus yang didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Beasiswa ini ditawarkan untuk para dosen yang sedang mengajar di perguruan tinggi di Indonesia.
Manfaat yang diberikan Beasiswa Fulbright
Fulbright termasuk beasiswa penuh yang akan memberikan pendanaan untuk biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya tambahan lainnya. Selain itu ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu dapatkan, yaitu:
Baca Juga: Lowongan Magang untuk Posisi UX Researcher di Tiket.com (PT Global Tiket Network)
• Visa J1, atau visa Amerika untuk orang yang akan melakukan perjalanan ke Amerika dalam hal pertukaran pelajar.
• Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi dari kota asal penerima beasiswa ke institusi penyelenggara di AS.
• Perlindungan asuransi kecelakaan dan kesehatan sesuai dengan pedoman Pemerintah AS.
• Namun, bantuan tidak diberikan jika penerima beasiswa ingin membawa keluarga.