• Dukungan dalam memperbarui basis data mitra kerja dan dukungan administratif untuk pengumpulan data untuk pengarusutamaan gender di tingkat proyek.
• Memastikan partisipasi aktif untuk pembelajaran dan berbagi pengetahuan dalam analisis gender dan pengarusutamaan gender
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Terima Kasih pada Awak Media yang Setia Meliputnya Selama Kampanye Prabowo-Gibran
Pemegang jabatan harus menghindari segala bentuk perilaku diskriminatif termasuk diskriminasi gender dan memastikan bahwa:
• Hak asasi manusia dan kesetaraan gender diprioritaskan sebagai prinsip etika dalam semua tindakan.
• Segala bentuk keragaman berdasarkan etnis, usia, orientasi seksual, disabilitas, agama, kelas, jenis kelamin dihormati dalam semua implementasi termasuk produksi data.
• Pendekatan inklusif tercermin dalam semua tindakan dan implementasi, dalam artian pengaturan yang memungkinkan dan dapat diakses dalam berbagai hal seperti hambatan bahasa gender disabilitas dibuat.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan Layanan Gangguan Kejiwaan untuk Caleg Gagal yang Depresi
Persyaratan minimum:
• Lulusan SMA akan menjadi persyaratan minimum.
• Gelar sarjana di bidang Hubungan Masyarakat, Administrasi Publik, Hubungan Internasional, atau bidang terkait lainnya akan lebih disukai, tetapi tidak menjadi persyaratan.
• Minimal tiga tahun pengalaman profesional dalam bidang administrasi dan dukungan keuangan untuk kandidat dengan gelar SMA, dan tidak ada pengalaman kerja untuk kandidat dengan gelar sarjana.
• Memiliki pengalaman dalam mendukung kegiatan administrasi, korespondensi, dan koordinasi untuk kandidat lulusan SMA.
Keterampilan yang dibutuhkan:
• Fasih berbahasa Inggris, lisan dan tulisan.