Di ujung bawah spektrum adalah industri energi sebesar 4,9%, diikuti dengan jasa keuangan 4,8%, dan transportasi 4,1%.
Survei tersebut juga menemukan bahwa kenaikan gaji yang dianggarkan di Singapura dan Thailand diperkirakan akan tertinggal dari wilayah yang lebih luas pada 2025, masing-masing sebesar 4,4% dan 4,7%.
"Kenaikan gaji Singapura biasanya tertinggal dari pasar lain di Asia Tenggara karena ini adalah pasar negara maju sehingga inflasi cenderung lebih rendah dibandingkan dengan negara lain yang tumbuh lebih cepat," kata Chawla.
Sementara Thailand justru memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Selain karena kumpulan pekerja negara itu kurang mobile dari perspektif bahasa dan penerapan, mereka cenderung tetap berada di pasarnya sendiri. (Elga Windasari)