Ternyata Cerita Sakaratul Maut Diangkat dari Memori Masa Kecil Sutradara Sidharta Tata

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 10:49 WIB
Film Sakaratul Maut diramu dari memori masa kecil sutradara Sidharta Tata dan gagasan dari penulis skripnya. (IMDb)
Film Sakaratul Maut diramu dari memori masa kecil sutradara Sidharta Tata dan gagasan dari penulis skripnya. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Cerita-cerita rakyat dan kisah legenda di Indonesia sangat kaya, sehingga menjadi sumber inspirasi yang tak ada habisnya. 

Kisah-kisah itulah yang kemudian dikembangkan oleh sutradara Sidharta Tata untuk menggarap Sakaratul Maut. Film ini mengisahkan seseorang yang sulit untuk meninggal dunia karena dipercaya memelihara jin di dalam tubuhnya.

Sutradara asal Yogyakarta ini merasa cerita yang memiliki unsur lokal yang kuat akan lebih relate bagi penonton sehingga mudah hanyut dalam ketegangan yang disuguhkan film.

Baca Juga: Dapat Menu Vegetarian di Olimpiade Paris 2024, Para Atlet Kontan Minta Daging dan Porsi Besar

Yang menarik, inspirasi cerita ini berasal dari pengalaman pribadinya. Saat ngumpul bareng keluarga, ia sering mendengar cerita-cerita tentang kakek buyutnya.

“Aku selalu menyimpan banyak materi, pengalaman-pengalaman atau kisah-kisah yang aku punya yang ada di lingkungan terdekatku.

"Salah satunya cerita mbah buyut yang sering banget jadi bahan cerita setiap kumpul keluarga. Mbah buyut punya semacam kemampuan yang tujuannya untuk bala keselamatan, karena hidup pada masa penjajahan tidak mudah.

"Apalagi, menurut cerita zaman dulu leluhur-leluhur kan memang punya kemampuan-kemampuan seperti itu,” ujar Sidharta Tata, saat konferensi pers Sakaratul Maut di Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, Selasa (30/7/2024).

Ketika bertemu dengan tim penulis, yaitu Agasyah Karim, Khalid Kasogi, serta Bayu Kurnia, Tata mencoba mensinkronkan gagasan penulis dan memori masa kecilnya sendiri yang kemudian diramu dalam alur cerita Sakaratul Maut.

“Jika kita membicarakan roh dari cerita ini, sumbernya memang dari pengalaman empiris atau cerita-cerita yang saya dengar. Tapi kemudian kita buat jadi fiksi, diolah teman-teman penulis,” tambah Sidharta Tata.

Baca Juga: 7 Alasan Pewawancara Bertanya Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur? Saat Wawancara Kerja

Sakaratul Maut bercerita tentang sepasang suami istri terpandang di sebuah desa bernama Pak Wiryo (Jose Rizal Manua) dan Bu Wiryo (Retno Yuniwati).

Dari luar, keluarga mereka terlihat baik-baik saja. Namun, kecelakaan lalu lintas yang menimpa mereka menyebabkan Bu Wiryo tewas, sedangkan Pak Wiryo terluka parah hingga koma.

Kedua anak mereka, Retno (Indah Permatasari) dan Wati (Della Dartyan), memutuskan membawa ayah mereka pulang untuk dirawat di rumah.

Namun, kejanggalan di rumah mulai dirasakan Wati, Retno, termasuk Bu Giyem (Maryam Supraba), istri kedua pak Wiryo beserta anaknya, Tarjo (Aksara Dena).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X