PejuangKantoran.com - Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring berisi pemahaman akan Stoikisme, filosofi Yunani kuno tentang pengendalian diri terhadap emosi negatif dan kecemasan.
Buku yang sudah masuk cetakan ke-100 sejak pertama dirilis 28 November 2018 ini memang termasuk salah satu buku best seller untuk kategori self-improvement.
Prinsip-prinsip filosofi ini kemudian dikemas dalam skenario yang ditulis oleh Widi Lestari dan Haqi Achmad, disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman, dan diproduksi oleh MD Pictures.
Baca Juga: Buku Filosofi Teras Difilmkan, Bakal Seperti Apa Film yang Mengusung Aliran Stoikisme Ini?
“Fun fact buku ini sudah ada di tangan MD (Entertainment) sejak 2019. Setiap tahun di meeting selalu muncul pertanyaan kapan bikin film ini, kapan bikin film ini?
"Cetakan buku yang ke-100 ini tampaknya jadi momen yang tepat. Kenapa kita ambil buku ini, karena MD Pictures percaya akan kekuatan cerita yang harus melampaui layar bioskop.
"Tidak hanya menghibur, tapi bisa menginspirasi dan memotivasi penonton,” ujar Astrid Suryatenggara, Chief Communication Officer MD Entertainment, saat peluncuran teaser poster dan trailer film di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Mengubah buku self-improvement menjadi satu cerita utuh yang kemudian divisualisasikan ke dalam film tentu bukan hal yang mudah. Namun, Widi Lestari mengaku sangat terbantu karena sudah membaca buku ini jauh sebelum dipercaya untuk menulis skenario.
Apalagi, tambah Widi, buku ini juga membantu dia menghadapi permasalahan dalam kehidupan pribadinya.
“Filosofi Teras ini memiliki banyak makna. Setiap orang yang baca bisa mengartikannya sesuai dengan kondisinya masing-masing. Waktu mengadaptasi ini, banyak orang yang mengalami dalam bentuk berbeda-beda. Saya berusaha sedekat mungkin dengan yang orang-orang alami!” jelas Widi.
Baca Juga: Setelah Lama Menanti, Jirayut Pecah Telur Main Film Pertamanya di Horor Komedi 'Cek Khodam'
Film ini menceritakan kehidupan Nea (Sherina Munaf) yang menjadi tulang punggung keluarganya. Tanggungannya menjadi semakin berat saat mengetahui almarhum sang ayah (Kiki Narendra) berutang ratusan juta dan harus dilunasi dalam waktu dua bulan.
Nea ingin persoalan tersebut di bawah kendalinya, sehingga ia menolak ide kakaknya, Abi (Rangga Nattra) untuk menjual rumah. Ia bertekad melunasi utang, meskipun tiap bulan gajinya sudah habis untuk keperluan hidup dan biaya kuliah adiknya, Runi (Zee Asadel).
Nea juga enggan menerima pinjaman uang dari pacarnya, Dio (Ge Pamungkas). Namun saat Nea berupaya membereskan semua permasalahan tersebut, hasilnya ternyata tidak sesuai harapan.
Dalam menyutradarai film ini, Affandi Abdul Rachman melakukan pendekatan yang berbeda dari film-film yang sebelumnya. Pertama, ia tidak menentukan target pencapaian, melainkan (seperti semangat dalam bukunya), ia berkonsentrasi terhadap apa yang bisa ia kontrol.
Artikel Terkait
6 Tanda Sudah Waktunya Membangun Komunitas yang Lebih Terarah agar Bisnis Bisa Terus Bertumbuh
TikTok Konfirmasi PHK Karyawan di Indonesia, Sebut Sedang Restrukturisasi Organisasi R&D
Amazon Tetap Rekrut 11.000 Talenta Baru Meski PHK 30.000 Karyawan, AI Disebut Ubah Cara Kerja, Bukan Gantikan Manusia
11 Cara Lain Mengatakan “Oke" dalam Bahasa Inggris biar Isi Email Kamu Nggak Itu-itu Saja
Leading By Quiet Example, Gaya Kepemimpinan yang Tak Sekadar "Omon-Omon"
Ini 10 Negara yang Punya Bahasa Terbanyak di Dunia, Nomer Satu Ternyata Bukan Indonesia
Mendadak, Pemerintah Kota Tokyo Mengimbau Karyawan Pakai Celana Pendek untuk ke Kantor