10 Tips Menyetir Mobil Dalam Kondisi Hujan Lebat. Jangan Remehkan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 20 November 2024 | 15:50 WIB
Harus waspada saat menyetir mobil di kondisi hujan. (Freepik)
Harus waspada saat menyetir mobil di kondisi hujan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Hujan itu sebenarnya baik, karena dia bisa mengisi kembali air tanah dan menyuplai sumber-sumber air, menyirami tanaman, mengisi danau-danau, membersihkan debu, dan sebagainya. Oleh karena itu, secara alami mestinya kita tidak perlu takut akan hujan.

Hana saja, kadang kita tidak memitigasi dampak hujan yang bisa negative karena lebih banyak akibat kelalaian kita sendiri. Tak hanya bahas soal banjir yang diakibatkan penggundulan hutan di hulu, penyumbatan selokan karena sampah yang dibuang sembarang, tapi juga dalam berkendara.

Baca Juga: Ini Panduan Memilih Jaket Atau Outer Untuk Kerja di Musim Hujan Yang Dingin Ini

Dalam bekendara saat hujan, dampaknya bisa langsung kita alami apabila kita tiak memitigasi potensi bahayanya.

Menurut laman di safteyconnect.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa hujan atau kondisi cuaca buruk merupakan faktor yang sering memicu kecemasan atau ketakutan dalam berkendara pada seseorang.

Karena kondisi ketakutan dan kecemasa itu menyebabkan berkendara di tengah hujan menjadi hal yang melelahkan bagi sebagian orang. Namun, dengan menerapkan protokol keselamatan di jalan raya tentu dapat membantu mengurangi stres yang muncul saat berkendara di musim hujan.

Baca Juga: Memilih Dan Memakai Jas Hujan Untuk Naik Sepeda Motor Jangan Sembarangan. Ini Panduannya!

Berikut ini beberapa tips praktis untuk memitigasi dan memastikan berkendara mobil yang aman di tengah hujan lebat:

  1. Periksa Kondisi Kendaraan: Sebelum berkendara, penting untuk memastikan bahwa komponen utama kendaraan, seperti akselerasi, rem, dan transmisi, berfungsi dengan baik;
  2. Jaga Jarak Aman di Jalan: Menjaga jarak aman saat berkendara di musim hujan dapat mencegah terjadinya tabrakan atau tabrakan mendadak. Ingat, walaupun kamu berhasil mengerem pada saatnya, namun jika terjadi aquaplaning dan jaraknya tidak aman, bisa saja kamu menabrak mobil depanmu.
  3. Hindari Rute yang Macet: Jika bisa mengambil jalur yang tidak rame,itu lebih baik. Pantau siaran live di radio atau petunjuk di Google Maps. Jangan abaikan peringatan dan panduan tersebut.
  4. Pertahankan Kecepatan yang Terkendali: Kecepatan mobil saat menembus hujan itu sangat penting. Selalu gunakan kecepatan lambat atau terkendali yang memungkinkan pengereman yang aman alih-alih selip atau kehilangan kendali atas kendaraan. Ingat, aquaplaning bisa terjadi jika kamu melaju menembus genangan air dengan kecepatan tinggi.
  5. Nyalakan Lampu Depan: Menyalakan lampu depan dapat meningkatkan visibilitas secara signifikan saat hujan lebat. Selain itu, dengan menyalakan lampu ini, kamu jadi lebih mudah situasi di depan dan terlihat pengguna jalan raya lainnya. Prinsipnya can see and can be seen atau kamu bisa melihat dan terlihat.
  6. Hindari Pengereman Mendadak dan Belokan Tajam: Hindari membelok secara tajam secara tiba-tiba atau melakukan pengereman mendadak di jalan licin. Jika itu kamu lakukan, dampaknya mobil bisa selip. Ini tak hanya membahayakan kamu tapi juga pengendara lain.
  7. Sediakan Kotak P3K di Kendaraan dan Apar Kecil: Sediakan selalu kotak P3K dan apar (alat pemadam kebaran) kecil di mobil. Ini bisa digunakan jika ada kondisi darurat saat di perjalanan.
  8. Sediakan Perlengkapan Keselamatan Jalan yang Sesuai: Sedikana perlengkapan keselamatan yang diperlukan, misal jas hujan, Sepatu boot antiair, senter, dan sebagainya.
  9. Tutup Jendela Mobil: dengan menutup jendela mobil dapat menghalangi air masuk dan membasahi bagian dalam (roda kemudi, roda gigi, jok, atau karpet) yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berkendara.
  10. Jangan Menerjang Genangan Air: Jika ada genangan air di jalan, jangan diterjang. Kita tidak tahu apakah ada lobang atau tidak di bawah genangn air itu. Kalaupun harus melewatinya, lakukan dengan kecepatan yang pelan. Ingat, genangan semacam ini juga bisa menimbulkan efek aquaplaning jika diterjang dengan kecepatan tinggi.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X