PejuangKantoran.com - Lagu Jingle Bells adalah salah satu lagu paling ikonik yang selalu terdengar selama musim liburan.
Namun, tahukah kamu bahwa lagu yang begitu identik dengan Natal ini sebenarnya bukan lagu Natal sama sekali?
Sebuah video TikTok dari Daily Dose of Music baru-baru ini mengungkapkan fakta menarik bahwa Jingle Bells pertama kali ditulis sebagai lagu untuk merayakan Hari Raya Thanksgiving, bukan Natal.
Lagu yang diciptakan oleh James Lord Pierpont pada tahun 1857 ini awalnya berjudul One Horse Open Sleigh. Meskipun lagu ini sangat populer saat perayaan Natal, asal-usulnya yang berkaitan dengan Thanksgiving mungkin mengejutkan banyak orang.
Baca Juga: 10 Christmas Market Terbesar di Dunia, Wajib Dikunjungi Kalau Lagi Liburan Natal di Eropa
Perjalanan Lagu “Jingle Bells” Menjadi Lagu Natal
Meskipun dimulai sebagai lagu untuk Thanksgiving, Jingle Bells mulai menjadi populer selama musim Natal dan akhirnya bergeser menjadi lagu yang identik dengan perayaan tersebut. Transformasi ini mengungkapkan bagaimana tradisi dapat berubah seiring waktu.
Dari sebuah lagu yang merayakan cuaca musim dingin dan kegiatan luar ruangan, Jingle Bells bertransformasi menjadi lagu yang sering terdengar di setiap perayaan Natal di seluruh dunia.
Pada tahun 1965, Jingle Bells bahkan mencatatkan sejarah luar biasa dengan menjadi lagu pertama yang diputar di luar angkasa.
Pada 16 Desember 1965, kru pesawat luar angkasa Gemini 6 memainkan lagu ini di ruang angkasa dengan menggunakan bel dan harmonika, menambah lapisan sejarah pada lagu yang sudah lama menjadi favorit di Bumi.
Baca Juga: Gaji Rata-Rata di Eropa: Negara Mana yang Beri Gaji Paling Tinggi?
Pergeseran Tradisi dan Fenomena Global
Keunikan Jingle Bells tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada bagaimana lagu ini telah menjadi simbol musim dingin yang lebih luas. Banyak orang, terutama mereka yang tinggal di Belahan Bumi Utara, mungkin merasa bahwa lagu ini sangat identik dengan Natal.
Namun, beberapa pengguna Reddit berkomentar bahwa bagi mereka yang tinggal di Belahan Bumi Selatan, fenomena ini terasa aneh. Mereka mencatat bahwa apa pun yang sedikit saja berhubungan dengan musim dingin sering kali dianggap sebagai lagu Natal, meskipun konteks aslinya bisa berbeda.
Artikel Terkait
Liburan Nataru 2024: Bali Jadi Destinasi Favorit Wisatawan, Tren Staycation Meningkat
Tips Memilih Tempat Duduk Ekonomi Terbaik untuk Penerbangan Jarak Jauh
Komputasi Kuantum Membuat Artificial Intellegence alias AI Makin Mirip Manusia?
Tips Jika Terpaksa Melewati Banjir Menggunakan Mobil atau Motor. Kenapa Tidak Boleh Berhenti di Tengah Banjir?
Alat Seduh Kopi Manual atau Manual Brew yang Wajib Kamu Punya. Apa Alat Tambahan yang Penting?
7 Hack Untuk Pesta Malam Tahun Baru di Rumah yang Mudah dan Bebas Stres
Huawei MatePad 12 X, Generasi Terbaru dari Seri Tablet Terlaris dengan Layar yang Canggih
Lagu Jadul WHAM “Last Christmas” Jadi Lagu Natal Terpopuler di Inggris
Lagu V “BTS” dan Fifty Fifty Masuk Daftar Lagu Natal Terbaik Versi Billboard Tahun 2024
10 Christmas Market Terbesar di Dunia, Wajib Dikunjungi Kalau Lagi Liburan Natal di Eropa