Perayaan Mati Rasa Angkat Tema Mengikhlaskan Kepergian Seseorang Dari Berbagai Macam Sudut Pandang

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 31 Januari 2025 | 12:10 WIB
Film Perayaan Mati Rasa mengisahkan tentang kesediaan seseorang untuk melepas kepergian orang yang dicintai. (Instagram.com/sinemaku_pictures)
Film Perayaan Mati Rasa mengisahkan tentang kesediaan seseorang untuk melepas kepergian orang yang dicintai. (Instagram.com/sinemaku_pictures)

PejuangKantoran.com - Tidak semua orang bisa mengekspresikan perasaan saat ditinggal orang terdekat. Sementara mengikhlaskan kepergian penting agar seseorang bisa melanjutkan hidup.

Proses mengikhlaskan bersama jalinan konflik-konflik lain dalam keluarga menjadi tema utama film ketiga yang disutradarai Umay Shahab, Perayaan Mati Rasa.

“Diharapkan film ini bisa memberi dampak yang baik untuk siapapun yang menonton. Posisi apapun -mau dia seorang ibu, ayah, anak pertama, anak kedua, sahabat, support system bisa mengambil hal positif.

Baca Juga: Jangan Pilih 5 Warna Ini Kalau Kamu Mau Lebih Tenang di Rumah

“Film ini menggambarkan bagaimana kita bisa berdamai dengan rasa sakit yang lama-lama bisa membuat mati rasa. Tidak selamanya rasa sakit itu harus dijadikan hal yang sedih.

“Kadang rasa sakit atau luka itu harus dirayakan supaya kita menjadi orang yang lebih baik,” terang Prilly Latuconsina, produser eksekutif Perayaan Mati Rasa, saat gala premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/1/2025) lalu.

Penonton juga akan relate dengan konflik cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, minimnya komunikasi antara anak dan orang tua, atau kakak dan adik.

Hal-hal itulah yang jadi pemicu kesalahpahaman atau malah menciptakan tekanan dalam keluarga. Yang menarik di film ini, reaksi dan respons tiap karakter jadi penentu alur cerita dan terciptanya dialog-dialog yang kuat.

Cerita diambil dari POV Ian Antono (Iqbaal Ramadhan) yang merasa semesta kurang berpihak padanya. Sang adik, Uta (Umay Shahab), memiliki pembawaan yang supel, ramah, dan dikenal sebagai siniar kondang.

Program podcast Uta digemari banyak orang, dan bahkan mendapat penghargaan. Orang tua Ian, Satya Antono (Dwi Sasono) dan Dini (Unique Priscilla), pun terlihat saling mencintai.

Baca Juga: 10 Langkah untuk Mencapai Target Karir yang Ingin Dicapai sebelum Usia 30 Tahun

Sementara itu, Ian berjuang merintis karir musiknya bersama grup band indie bernama Midnight Serenade, yang dibentuknya bersama Ray Alvero (Devano Danendra), Saka Wijaya (Dul Jaelani) dan Dika Ardana (Randy Danistha).

Midnight Serenade terus menjajal panggung audisi ke panggung audisi lainnya untuk bisa mendapatkan kontrak rekaman dan band mereka didengar banyak orang.

Dalam mengejar mimpinya ini, Ian merasa berada di bawah tekanan dan sulit untuk memenuhi ekspektasi keluarga. Ia melihat adiknya, Uta, seperti anak emas bagi kedua orangtuanya.

Di tengah tegangnya hubungan Ian dan anggota keluarganya, tiba-tiba sang ayah yang pelaut meninggal. Ian pun dipaksa untuk menghadapi situasi tersebut sebagai anak tertua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X