Pejuangkantoran.com – Saat ini, sebagian besar peralatan elektronik menggunakan Bluetooth sebagai pengganti kabel yang sebelumnya menjadi media penyambung teknologi telekomunikasi.
Teknologi ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1994 oleh Dr. Jaap Haartsen. Haartsen adalah seorang insinyur asal Belanda yang bekerja di perusahaan Ericsson. Nama Bluetooth sendiri diambil dari raja Denmarik abad ke-10, Harald “Bluetooth” Gormsson.
Setelah Ericsson meluncurkan produk Bluetooth pertamanya, yaitu headset nirkabel pada tahun 2000, kini Bluetooth menjadi standar komunikasi nirkabel di berbagai perangkat termasuk smartphone, headphone, smartwatch, dan perangkat IoT (Internet of Things).
Teknologi ini memang terus berkembang dengan berbagai permasalahan dan perbaikan terus menerus. Salah satu masalah yang paling utama dalam teknologi Bluetooth ada masalah pairing atau koneksi antar device dengan Bluetooth.
Baca Juga: Panduan Memilih Speaker Bluetooth Harga Rp1 Jutaan Tahun 2025 Buat Kaum Mendang-Mending
Permasalahan Pairing
Permasalahannya mulai dari soal tidak munculnya device dengan Bluetooth di salah satu alat monitor (umumnya ponsel), PIN yang salah, hingga driver yang sudah tidak berlaku.
Berikut ini paparan detailnya:
- Perangkat Tidak Muncul: Pastikan kedua perangkat dalam mode berpasangan, Bluetooth diaktifkan di keduanya, dan keduanya cukup dekat satu sama lain.
- PIN atau Kata Sandi Salah: Periksa kembali PIN atau kata sandi yang kamu masukkan, rujuk ke manual perangkat jika perlu.
- Waktu Pasangan Habis: Nyalakan ulang kedua perangkat dan coba pasangkan lagi, atau kosongkan cache Bluetooth perangkat atau atur ulang pengaturan Bluetooth.
- Gangguan atau Hambatan Sinyal: Jauhkan perangkat dari sumber gangguan potensial seperti router Wi-Fi atau gelombang mikro, dan pastikan tidak ada penghalang fisik di antara keduanya.
- Kompatibilitas Perangkat: Verifikasi bahwa perangkat mendukung versi dan profil Bluetooth yang sama.
- Masalah Perangkat Lunak: Pastikan kedua perangkat memiliki pembaruan perangkat lunak dan driver
- Baterai Lemah: Pastikan kedua perangkat memiliki daya baterai yang cukup, karena daya yang rendah dapat menyebabkan ketidakstabilan koneksi.
- Bluetooth Dinonaktifkan: Pastikan Bluetooth diaktifkan pada kedua perangkat, dan tidak dinonaktifkan secara tidak sengaja untuk menghemat baterai.
Baca Juga: Survei: 64% Orang Indonesia Punya Wearable Gadget, dari Smartwatch, Smartglasses, dan Lainnya
Langkah-Langkah Pemecahan Masalah
- Pemeriksaan Dasar:
- Nyalakan dan matikan Bluetooth pada kedua perangkat.
- Nyalakan ulang kedua perangkat.
- Pastikan perangkat dalam mode berpasangan.
- Pastikan perangkat terisi daya.
- Periksa kompatibilitas perangkat.
- Pemecahan Masalah Lanjutan:
- Lepaskan dan pasangkan kembali perangkat Bluetooth.
- Perbarui driver
- Jalankan pemecah masalah Bluetooth.
- Periksa gangguan.
- Periksa penghalang.
- Periksa pembaruan perangkat lunak.
- Periksa profil Bluetooth yang tidak cocok.
***
Artikel Terkait
5 Tips Motret Pakai Ponsel Biar Liburan Makin Aestetik
Mengapa Orang Jepang Tak Bisa Lepas dari Smartphone atau Ponsel Pintar?
Google Menjanjikan Fitur Find My Device Akan Berfungsi Meskipun Ponsel Sedang Tidak Aktif
Digital Detox At Work, Diet Tidak Menggunakan Gadget Ternyata Perlu Dilakukan Di Kantor. Begini Caranya!
7 Aplikasi Ponsel Pintar yang Bikin Kamu Jago Bahasa Inggris