Pejuangkantoran.com – Bagi yang sering melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dan menggunakan fasilitas bagasi untuk membawa koper kamu, satu hal yang harus kamu lalui namun sering menyebalkan adalah menunggu koper di converyor belt pengambilan bagasi.
Tak hanya memakan waktu yang menyebalkan, terkadang kita antre di conveyor belt yang salah. Belum lagi jika kesulitan menemukan koper kita karena banyak banget koper yang mirip.
Seperti yang diungkapkan oleh leravi.org, salah satu maskapai murah terbesar di Eropa Ryanair, sampai menyarankan kepada penumpang agar menghindari menggunakan koper berwarna hitam, biru navy, atau abu-abu.
Menurut maskapai ini, warna-warna ini termasuk yang paling sering mengalami kasus lost baggage. Dan kasus semacam ini merugikan penumpang sekaligus maskapainya.
Ryanair, seperti yang dikutip leravi.org, menyatakan bahwa lost baggage atau salah diidentifikasi tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang, akan tetapi juga berdampak pada reputasi maskapai dan menambah biaya operasional.
Bisa jadi apa yang disampaikan oleh Ryanair ini umum terjadi pada maskapai lain.
Baca Juga: 10 Hacks Untuk Mengurangi Bobot Koper Atau Tas Kamu yang Masuk ke Dalam Bagasi Pesawat
Mengapa Koper Warna Gelap Bermasalah?
Alasan sejumlah maskapai penerbangan atau praktisi travelling tidak menyarankan penumpang memakai koper berwarna hitam, biru navy, atau abu-abu biasanya bukan soal aturan resmi, melainkan faktor praktis, yaitu:
- Warna paling umum di bagasi: Mayoritas koper yang dipakai penumpang berwarna gelap (hitam, navy, abu-abu). Koper kamu akan tampak sama dengan ratusan koper lain di conveyor belt. Ini meningkatkan risiko tertukar dengan penumpang lain.
- Sulit dikenali dari jauh: Di area pengambilan bagasi yang ramai, warna gelap kurang menyolok, apalagi jika penerangan kurang. Butuh waktu lebih lama untuk menemukan dan memastikan mana koper.
- Potensi salah ambil: Karena bentuk dan warna koper standar sangat mirip, sangat mungkin terjadi penumpang lain tidak sengaja mengambil kopermu, terutama bila tidak ada tanda pembeda seperti stiker, pita, atau tag unik.
- Sulit mendeteksi kerusakan atau kehilangan: Pada koper hitam/gelap, goresan, sobekan, atau noda tidak mudah terlihat. Padahal saat klaim kerusakan ke maskapai, bukti visual sering diperlukan.
Baca Juga: 5 Tips Packing Koper/Tas Untuk Travelling Ke Luar Negeri Agar Perjalananmu Happy
Oleh karena itu, maskapai atau konsultan perjalanan biasanya menyarankan penumpang menggunakan koper dengan warna mencolok atau unik.
Warna-warna seperti merah, kuning, hijau neon akan lebih jarang yang sama sehingga mudah diidentifikasi dari jauh sekalipun.
Selain itu, kamu juga bisa memberi tanda khas pada koper gelap supaya mudah dikenali. Misal, memasang tag yang khas dan menyolok, mengikat tali dengan warna tertentu dan menyolok yang kamu kenal, dan sebagainya.
Cara ini juga memperkecil peluang tertukar dan lebih cepat ditemukan jika hilang. ***
Artikel Terkait
Kelebihan dan Kekurangan Travelling ke Luar Negeri Tanpa Biro Jasa Perjalanan Wisata
Buat Apa Sih, Pramugari Meminta Membuka Penutup Jendela di Pesawat Saat Takeoff dan Landing?
Aturan Pakai Airplane Mode di Pesawat Masih Berlaku, Meski dengan Konsekuensi Berbeda
Wajib Tahu Bagi yang Suka Travelling, Jangan Lakukan Kebiasaan Ini Saat Menggunakan Toilet Pesawat
8 Alasan Punya Asuransi Perjalanan saat Merencanakan Liburan ke Luar Negeri Itu Penting!
5 Tips Sederhana agar Kamu Bisa Istirahat Nyaman di Pesawat dan Tubuh Jadi Lebih Segar!