PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan Mencuri Raden Saleh, sutradara Angga Dwimas Sasongko mengumumkan bahwa akhir tahun ini akan merilis film 13 Bom di Jakarta, yang ia yakini merupakan film action Indonesia terbesar tahun ini.
Tidak hanya dipenuhi adegan perkelahian, film 13 Bom di Jakarta juga menampilkan adegan laga lain seperti adegan pertempuran (gun fight), car chasing, hingga explosion (ledakan bom), kata Angga Dwimas Sasongko.
“Film 13 Bom di Jakarta bakal menjadi film action Indonesia terbesar di tahun ini. Film ini menceritakan kejadian di sebuah kota, yang kebetulan kotanya Jakarta," ungkap Angga Dwimas Sasongko, saat konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Apa Itu Kepribadian Proaktif, yang Ternyata Sangat Bermanfaat untuk Perkembangan Karir?
Tema ceritanya begini. Suatu ketika, kota ini mendapatkan teror 13 bom yang akan diledakkan dalam waktu berbeda di 13 titik yang sudah di-plotting.
Ending-nya, menurut pria kelahiran Jakarta, 11 Januari 1985 itu, adalah bagaimana setiap karakter dengan tugasnya masing-masing berusaha mencari tahu dan menghentikan teror ini.
Selain menyuguhkan alur cerita yang kuat dan menegangkan, film bergenre aksi-spionase ini dibintangi oleh Rio Dewanto (Arok), Chicco Kurniawan (Oscar), Lutesha (Agnes), dan Ardhito Pramono (William).
Selain itu ada pula Putri Ayudya (Karin), Ganindra Bimo (Emil), Niken Anjani (Gita), Rukman Rosadi, Andri Mashadi, Muhammad Khan, hingga Aksara Dena.
Jika melihat jajaran nama ini, ada dua nama yang kemampuan aktingnya mendapat pengakuan di piala Citra, yaitu Chicco Kurniawan dan Muhammad Khan.
Jadi, soal parade kemampuan aktingnya, para pemain di film ini tidak perlu diragukan lagi.
Sementara itu, proses syuting film ini, dijelaskan lebih lanjut oleh produser Taufan Adryan, berlangsung selama 41 hari di Jakarta dan Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga: Waspada, Setelah Penipuan Berkedok Cinta Kini Ada Penipuan Berkedok Perusahaan Multinasional
Angga juga menjelaskan beberapa alasan mengapa ia menggarap 13 Bom di Jakarta, yang memiliki ambisi menjadi film action terbesar tahun ini.
“Pertama, Visinema selalu ingin pushing the envelope dalam bagaimana bisa menyajikan sesuatu yang baru untuk penonton Indonesia," ujar sutradara yang juga pendiri rumah produksi Visinema ini.
"Kedua, terus menguji dan membuat film yang menantang kapasitas kami sebagai filmmaker dan aktor untuk terus mencari, batasannya sampai di mana sih dalam membuat film.