PejuangKantoran.com - Melanjutkan sukses film Srimulat: Hil yang Mustahal - Babak Pertama (2022), MNC Pictures dan IDN Pictures akan merilis babak kedua film ini, Srimulat: Hidup Memang Komedi.
Perjuangan Gepeng (Bio One) dan kawan-kawan meraih popularitas sebagai bintang televisi menjadi poin utama film Srimulat: Hidup Memang Komedi. Film ini kembali disutradarai Fajar Nugros, serta diproduseri Emilka Chaidir dan Susanti Dewi.
Setelah seluruh anggota Srimulat pimpinan Pak Teguh (Rukman Rosadi) pindah ke Jakarta, Srimulat: Hidup Memang Komedi mengisahkan bagaimana Gepeng berjuang menemukan jati dirinya sebagai pelawak.
Selain itu, bagaimana kisah cinta Gepeng dengan Royani (Indah Permata Sari), serta konflik dan masalah yang dihadapi anggota Srimulat lainnya.
Ada Paul (Morgan Oey) yang berjuang mencari karakter unik untuk penampilan Srimulat, atau Tessy (Erick Estrada) yang mengalami krisis identitas hingga akhirnya berujung masuk penjara, dan menambah kompleksitas perjalanan Srimulat.
“Film ini akan memiliki kedekatan tersendiri bagi para perantau yang juga berjuang atau bekerja di Jakarta, terutama bagaimana perjuangan sekelompok grup lawak yang merantau dan sudah menjadi seperti satu keluarga.
“Saya bersyukur banget bisa membuat film ini karena saya sendiri juga memiliki memori personal dengan Srimulat,” ungkap Fajar Nugros, saat peluncuran trailer Srimulat: Hidup Memang Komedi di Plaza Senayan XXl, Selasa (31/10/2023).
Baca Juga: Dijuluki Megatron, Atlet Voli Indonesia Megawati Hangestri Kini Jadi Idola Baru di Korea Selatan
Fajar Nugros juga mengatakan, susah sekali mengumpulkan 12 aktor dalam satu proyek film, dan mengikuti proses aktor-aktor muda itu menjelma menjadi orang Jawa.
“Itu satu privilege. Luar biasa banget!” serunya.
Dalam film Srimulat: Hidup Memang Komedi, memang cukup banyak aktor dan aktris terkenal yang terlibat, seperti Juan Bio One, Indah Permatasari, Morgan Oey, Erick Estrada, dan Rukman Rosadi.
Selain itu masih ada Elang El Gibran (Basuki), Erika Carlina (Djudjuk), Dimas Anggara (Timbul), Zulfa Maharani (Nunung), Ibnu Jamil (Tarsan), Ana (Naimma Aljufri), Teuku Rifnu Wikana (Asmuni), dan Rano Karno (Babe Makmur).
“Kalau di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mereka di panggung populer banget. Mereka sebenarnya tidak perlu ke Jakarta. Popularitas itu makanan mereka sehari-hari.
Baca Juga: Cara Menulis Profil di CV yang Sesuai Kriteria Pekerjaan, Agar Lolos Seleksi Berkas oleh HRD
“Tapi, mereka mau menempuh jalan, kembali lagi dari awal, berjuang lagi di ibu kota untuk masuk televisi, menjangkau nasional, bela-belain belajar bahasa Indonesia.