PejuangKantoran.com - Film Pertaruhan memang selalu menarik banyak penonton. Setelah sukses digarap dalam film, muncul Pertaruhan The Series 2 yang ditayangkan Vidio dan sudah ditonton 24 juta pemirsa.
Pertaruhan The Series 2 merupakan musim kedua dari series pertama, di mana pertaruhannya semakin besar. Yang menjadi daya tarik utamanya masih Jefri Nichol sebagai Elzan, dan Giulio Parengkuan sebagai Ical.
Konflik yang dialami oleh kakak-beradik ini dalam Pertaruhan The Series 2 pun semakin pelik. Adegan fighting-nya juga lebih seru, cepat, dan yang terpenting believeable.
Baca Juga: Berapa Lama Harus Nunggu Kepastian dari HRD, Biar Pelamar Nggak Kecewa Karena di-PHP-in?
“Kita tidak menyangka antusiasme penonton begitu besar, sehingga tantangan saat menggarap Pertaruhan The Series 2 ini adalah bagaimana membangun ceritanya.
“Selain itu juga treatment-nya dengan sesuatu yang lebih segar, sehingga tidak terjadi pengulangan. Itu sebabnya kita intens dalam persiapan pra produksi sekaligus penggarapannya,” ungkap sutradara Sidharta Tata, saat gala premiere Pertaruhan The Series 2 di Senayan City XXI, Jumat (27/10/2023).
Dari bincang-bincang usai pemutaran episode perdana Pertaruhan The Series 2, terungkap empat fakta menarik di balik pembuatannya.
1. Penambahan karakter untuk mengembangkan semesta Pertaruhan
Dinamika perjudian di serial ini tidak lagi di lingkup jalanan, melainkan perjudian kelas atas di kasino.
Serial yang diproduksi oleh Screenplay Films ini juga menambah beberapa karakter baru yang diharapkan dapat memberi kekuatan pada jalan ceritanya.
Baca Juga: Contoh Jawaban Terbaik Saat Ditanya 'Apakah Ada Pertanyaan?' Setelah Wawancara Kerja
Sebagai lawan dari Elzan, dihadirkan tokoh Datuk (Bio One) yang sejak episode awal sudah terlihat bengis dan berdarah dingin. Tokoh antagonis lainnya adalah Aulia Sara sebagai Kumala, dan Ferry Salim sebagai gangster misterius.
“Saya mencoba bermain-main dengan karakter yang unik, dan memilih aktor yang bisa memberikan kesegaran sendiri dalam ceritanya.
“Ferry Salim, misalnya. Berakting sebagai Bos Besar dengan karakter yang mood-nya cepat berubah dan sulit ditebak, memberikan ketegangan sendiri,” terang penulis skenario Fajar Martha Santosa.
2. Adegan fighting dengan kombinasi taekwondo dan wing chun (kungfu)
Artikel Terkait
‘Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film’ Dikemas sebagai Film Hitam Putih, Ini Alasan Sang Sutradara
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
Horor Adventure seperti Kultus Iblis Bakal Lebih Ngeriii... Penonton Diajak Mengikuti Perjalanan Pemain
Angga Dwimas Sasongko Rancang 13 Bom di Jakarta Jadi Film Action Indonesia Terbesar Tahun Ini
Swifties, Siapkan Rp200.000 buat Nonton Film "Taylor Swift The Eras Tour" di Bioskop!
Jakarta Jadi Penyelenggara Golden Disc Awards Ke-38, Siapa Lineup yang Ditunggu Fans K-pop?
Film Sleep Call Raih Penghargaan di Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XIII 2023