senggang

Srimulat: Hidup Memang Komedi Ungkap Gegar Budayanya Orang Jawa Saat Pertama Tampil di Depan Kamera

Minggu, 19 November 2023 | 07:00 WIB
Film Srimulat: Hidup Memang Komedi menggambarkan gegar budayanya para pelawak asal Jawa ini saat tampil di depan kamera. (Instagram @filmsrimulat)

PejuangKantoran.com - Melanjutkan sukses Srimulat: Hil yang Mustahal - Babak Pertama, MNC Pictures dan IDN Pictures meluncurkan film Srimulat: Hidup Memang Komedi.

Sutradara Fajar Nugros mengangkat tema perjuangan para anggota Srimulat untuk bisa tampil di televisi, dalam Srimulat: Hidup Memang Komedi, yang rencananya tayang di seluruh bioskop 23 November 2023.

Saat berlangsungnya konferensi pers pemutaran perdana Srimulat: Hidup Memang Komedi di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2023) lalu¸ banyak cerita menarik yang diungkap oleh para pemain maupun sang sutradara.

Baca Juga: Per 1 Desember 2023, Google akan Mulai Menghapus Akun-akun Gmail yang Tidak Aktif

Fajar Nugros, misalnya, bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan penggarapan film ini. Tidak mudah untuk mengkasting 10 pemain yang bisa dengan baik memerankan anggota Srimulat.

Mulai dari Gepeng, Basuki, Timbul, Paul, Tessy, Nunung, Asmuni, Pak Teguh, Jujuk, hingga Ana.

Agar tidak mengurangi esensi Srimulat, Fajar Nugros membangun persis set panggung Srimulat seperti ketika grup asal Surakarta itu tampil di TVRI. Begitu juga kostum-kostum yang dikenakan, hampir semuanya persis dengan kostum khas tiap karakternya.

Jalan cerita Srimulat: Hidup Memang Komedi disupervisi langsung oleh anak Teguh Slamet Rahardjo, pendiri Srimulat. Beberapa peristiwa yang ada di film pun berdasarkan apa yang pernah dialami oleh Srimulat.

"Sedikit complicated karena komedinya harus mengikuti karakter masing-masing, dan harus sesuai dengan sejarahnya. Contohnya, adegan presiden menelepon kantor polisi untuk membebaskan Srimulat itu pernah terjadi, walau bukan Tessy (yang mengalaminya).

“Namun, part-part itu kita masukkan dan kita jahit dalam satu cerita. Semua komedi yang ada di film ini ada di Srimulat. Itu yang kami pikirkan untuk dimasukkan ke dalam satu cerita,” ujar Fajar.

Baca Juga: Tunjangan Kinerja Pegawai Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Naik Lagi!

Ia menggambarkan bagaimana gegar budaya yang dialami orang Jawa saat kali pertama datang ke ibu kota. Bagaimana mereka yang besar di panggung lalu harus tampil di depan kamera.

“Ada demam kamera atau gagap budaya terhadap teknologi. Ada culture shock-nya waktu harus bagaimana saat tampil di depan kamera. Itu semua kita rekam," terang sutradara asal Yogyakarta itu.

Syutingnya digabung dengan Srimulat: Hil yang Mustahal

Untuk menjaga kontinuitas penokohan para pemainnya, ternyata syuting dua film Srimulat ini dilakukan secara simultan. Para aktor pemeran juga dituntut untuk memiliki fisik semirip mungkin dengan tokoh yang diperankan.

Halaman:

Tags

Terkini