PejuangKantoran.com - Konser Coldplay yang berlangsung pekan lalu masih menimbulkan euforia. Salah satunya adalah soal pengembalian xyloband di Jakarta.
Beberapa waktu lalu, tingkat pengembalian xyloband Coldplay di Jakarta sempat jadi tanda tanya lantaran angkanya tak diungkap saat konser band tersebut di Australia.
Hal ini memang biasa dilakukan Coldplay usai konser di sebuah negara. Mereka biasa menunjukkan leaderboard berisikan persentasi pengembalian xylobands dari konser sebelumnya. Sayangnya, nama Jakarta tak ada dalam layar tersebut.
Tingkat tertinggi ditempati oleh Tokyo 97 persen, Copenhagen 96 persen, dan Buenos Aires dengan angka 94 persen.
Baca Juga: Yang Punya Pengalaman di Cloud Computing, Ada Lowongan Cloud Engineer di Wings Group Indonesia
Lalu berapa angka Jakarta untuk persentase pengembalian recycling xylobands?
Publik pun berspekulasi soal hal ini. Banyak orang yang beranggapan gelang konser ini dibawa pulang dan tak dikembalikan. Pasalnya banyak yang ingin menjadikannya sebagai sebuah kenang-kenangan.
Publik juga sempat heboh lantaran isu hanya 52 persen xyloband yang dikembalikan.
Menanggapi hal ini, pihak penyelenggara menyebut angka tersebut tidaklah benar.
Baca Juga: Tugas dan Tanggung Jawab Support Engineer di Microsoft, Pantesan Segini Gajinya!
"Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait tingkat pengembalian Xyloband konser Coldplay di Indonesia sebesar 52%, kami ingin mengklarifikasi bahwa informasi tersebut salah," tulis Image Dynamics, konsultan public relations promotor Coldplay Music of the Spheres World Tour 2023 Jakarta dalam pernyataan resminya.
"Pihak manajemen Coldplay telah mengkonfirmasi kepada pihak promotor, yaitu TEM Presents dan PK Entertainment, bahwa tingkat pengembalian Xyloband untuk konser Coldplay yang berlangsung pada 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta adalah 77 persen."
Xyloband adalah gelang yang berisi dioda pemancar cahaya dan penerima frekuensi radio, diluncurkan oleh RB Concepts Ltd, sebuah perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Clive Banks dengan penemu Jason Regler.