PejuangKantoran.com - Luna Maya menutup tahun 2023 dengan film horor terbarunya yang berjudul Panggonan Wingit. Dalam film ini, Luna kembali bekerja sama dengan rumah produksi Hitmaker Studio dan sutradara Guntur Soeharjanto.
Ada yang dirasakan lebih nyaman saat menggarap Panggonan Wingit. Selain bekerja dalam tim yang sudah pernah bekerja sama sebelumnya, kali ini Luna Maya dipasangkan dengan Christian Sugiono.
Panggonan Wingit bukan film horor pertama yang dikerjakan Luna Maya bersama Christian Sugiono. Sebelumnya, mereka pernah dipasangkan dalam film horor keluaran 2018, Sabrina, dan Rumah Kentang: The Beginning (2019).
Baca Juga: Jangan Diremehkan, Ini Pentingnya Punya Waktu Istirahat Kerja yang Berkualitas!
“Ya, yang pasti kalau ketemu Tian sih, udah nggak perlu ribet lagi pengenalan karena udah temenan. Nggak perlu pendekatan lagi, dan udah comfortable juga.
“Sama Titi Kamal (istri Christian Sugiono) juga udah deket. Jadi, nggak ada canggung-canggung lagi,” ungkap Luna, saat pemutaran perdana Panggonan Wingit di Senayan City XXl, Jumat (24/11/2023).
Panggonan Wingit sendiri diangkat dari kisah nyata sebuah hotel angker di Semarang. Judul film tersebut diambil dari bahasa Jawa yang artinya tempat angker atau keramat.
Filmnya berkisah tentang kamar hotel tanpa nomor yang misterius. Siapapun yang membuka pintu dari kamar tak bernomor di lantai tiga itu, dan melihat sosok wanita albino, makanya hidupnya tidak akan selamat.
Luna Maya berperan sebagai Raina, tokoh utama yang mendapat warisan hotel tua dari ayahnya. Tanpa diduga, hotel itu menyimpan rahasia dan misteri gelap.
Perlahan Raina menemukan banyak keganjilan. Kamar tak bernomor di hotel itu dipercaya dihuni sosok berambut dan berwajah putih.
Teror dari sosok tak kasat mata pun menghantui hari-hari Raina dan sang adik, Fey (Bianca Hello). Nyawa Raina bahkan terancam ketika ia memasuki kamar tersebut, sehingga bersama Ardo (Christian Sugiono) ia berusaha mencari cara untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Penyebab Kualitas Istirahat Kerja Pegawai Kantoran dan Pekerja Remote Berbeda, Kalau Kamu Gimana?
Untuk menyajikan kisah yang dirancang sebagai film horor tersadis ini, Guntur Soeharjanto mencoba menyuguhkan karakter menyeramkan dan belum pernah ditampilkan dalam beberapa adegan.
Sebagai contoh, penampilan setan albino ataupun efek wajah dukun yang terbelah, yang pasti akan membuat penonton tegang.
“Itu adalah salah satu treatment kita untuk membedakan film kita dengan film horor yang lain. Ada gimmick-gimmick yang kita hadirkan untuk menciptakan kengerian dan itu memang ada di skrip,” terang sutradara 47 tahun ini.