PejuangKantoran.com - Sedikit yang mengetahui bahwa film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (Jesedef) adalah film romantic comedy. Dengan treatment film hitam putih, banyak yang mengira ini film art yang butuh keseriusan tinggi untuk menontonnya.
Padahal pesan yang ingin disampaikan dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film oleh sutradara Yandy Laurens justru sebaliknya. Film berdurasi 118 menit ini merupakan drama percintaan dengan bumbu komedi.
Masih banyak hal menarik lain yang bisa dinikmati dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, yang rencananya tayang di bioskop tanggal 30 November 2023. Berikut beberapa di antaranya:
Baca Juga: Data Specialist dan Data Analyst Memang Sama-Sama Mengurusi Data, tapi Apa Beda Tugasnya?
1. Mengapa Yandy Laurens memberi bocoran alur cerita film di awal?
Sebagai sutradara dan penulis naskah, Yandy Laurens mempunyai kebebasan dalam mengemas pesan-pesan yang ia sampaikan ke dalam jahitan adegan demi adegan.
Selain terkecoh dalam hal genre film, penonton pasti akan kembali terpedaya dengan gaya penuturan yang disampaikan Yandy.
“Saya memperhatikan dari teman sekitar orang-orang yang dalam proses PDKT, tidak mau bicara apa adanya. Apakah cinta itu masih bisa dinikmati, atau se-butterly stomach apa jika diungkapkan apa adanya?” ujar Yandy, saat konferensi pers Jatuh Cinta Seperti di Film-Film di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (24/11/2023).
“Film ini mencoba menjawab pertanyaan itu. Saya sebagai pembuat film juga punya kecintaan terhadap sinema. Maka lahir pertanyaan yang sama. Kalau penceritaannya saya bicarakan apa adanya, kita (penonton) masih bisa menikmati tidak ya?
“Itu sebabnya di depan ada penjelasan tentang sequence, sequence masuk, ada babaknya dan penjelasannya. Kalau kita tahu filmnya akan kayak apa, apakah kita masih bisa merasakan kecintaan pada film itu nggak ya?” terang Yandy.
2. Julie Estelle syuting dalam keadaan hamil 4,5 bulan
Yang pertama kali menawarkan peran dalam film ini untuk Julie Estelle adalah Ernest Prakasa. Ketika membaca naskahnya, aktris 34 tahun itu langsung jatuh cinta dan tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bergabung.
Baca Juga: Kenapa Kamu Harus Nego Gaji Saat Offering dan Jangan Asal Terima?
“Pada saat itu, saya rada ragu karena kebetulan lagi hamil muda. Jujur, itu pengalaman pertama kali saya membaca skrip dari awal sampai selesai nggak berhenti, dan memang nggak mau berhenti. Jadi, bacanya enak banget. Impressed!” kenang Julie.
Dari situ, Julie pun kembali menghubungi Ernest Prakasa, dan menyatakan ketertarikannya. Setelah itu, ia bertemu dengan Yandy dan mengungkapkan kondisinya.