Baca Juga: Mengapa Karyawan Harus Berhenti Mengkhawatirkan AI dan Fokus pada Reskilling untuk Memanfaatkannya
Cetak Rekor MURI
Berkat kerja keras dan kegigihan para pendiri band itu, D’Professor akhirnya berhasil mencetak rekor MURI. Band ini meraih rekor sebagai band dengan anggota guru besar terbanyak di Indonesia.
“Prof Ario punya ide kalau nanti ada MURI kita ikut MURI, terus kita kumpul bahas nanti ikut MURI apa yang kita tonjolkan,” ungkapnya.
Raihan rekor itu sebenarnya telah menjadi target dan harapan D’Professor sejak lama. Berbagai upaya dilakukan oleh sang para punggawa demi terwujudnya capaian itu.
“Akhirnya kami memutuskan untuk menonjolkan tiga hal, yaitu jumlah profesor, penyanyi terbanyak, dan lagu ciptaan sendiri terbanyak,” bebernya.
D’Professor resmi menerima penghargaan Rekor MURI tersebut di Gedung Bangsal Pancasila di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya pada Jum’at (1/3/2024).
Baca Juga: Generasi Z dan Gen Z Pekerja Masa Kini Bisa Kembangkan Wakaf Produktif dan Wakaf Uang
Dalam penganugerahan tersebut, band D’Professor menampilkan sejumlah lagu ciptaannya sendiri. Pertama, lagu berjudul Airlangga Universitasku yang berkisah tentang rasa cinta dan kebanggan para Guru Besar kepada almamaternya. Berikutnya, lagu Pamer Putu, Selalu Ada, dan yang terakhir Optimisme.
Seluruh lagu itu adalah karya Prof Dr drg M Rubianto MS Subsp RPID(K) yang juga sebagai salah satu inisiator D’Professor.
Meski terbilang tidak muda lagi, para Guru Besar begitu nyentrik dan piawai bergaya di atas panggung.
Mereka tampak begitu menikmati pentas tersebut. Sesekali Prof Rubi dan Prof Dr dr Widodo Ario Kentjono Sp THTBKL Subsp Onk yang juga sebagai ketua band mengatraksikan gaya dengan gitarnya.
Baca Juga: Generasi Z dan Gen Z Pekerja Masa Kini Bisa Kembangkan Wakaf Produktif dan Wakaf Uang
Pada akhir penampilan band, Sri Widayati yang mewakili Ketua MURI Jaya Suprana lalu menyerahkan plakat Rekor MURI untuk D’Professor. Kesannya, capaian D’Professor itu cukup mengubah stigma tentang Guru Besar yang selalu formal, kaku, resmi, dan akademis.
Dokter spesialis ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher itu mengenang, raihan Rekor MURI tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia bersama rekan-rekan Guru Besar lainnya bersiap pula untuk penganugerahan itu, berlatih setiap minggu selama 2 bulan.