senggang

3 Destinasi Di Asia untuk Menjalani Masa Pensiun, Salah Satunya karena Ada Visa Pensiun

Kamis, 13 Juni 2024 | 17:28 WIB
Filipina menjadi salah satu destinasi pilihan di Asia untuk menjalani masa pensiun, salah satunya di kota Dumaguete. (Retiredumaguete.ph)

Secara tradisional, keluarga-keluarga hidup dalam suatu kompleks di mana beberapa generasi hidup bersama dalam satu atap.

Oleh karena itu Bali menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan pensiun karena Indonesia juga menawarkan visa pensiun.

Visa ini tersedia untuk orang yang minimal berusia 55 tahun dan mampu menghidupi diri sendiri tanpa harus bekerja di Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Corporate Communications Specialist di Tanoto Foundation buat yang Suka Mengolah Data

Untuk membuktikannya, pemohon harus menunjukkan pendapatan pension atau pendapatan lain sebesar $18.000 (sekitar Rp292.8 juta) per tahun.

Pemohon juga perlu menyewa tenaga lokal (sebagai petugas kebersihan, tukang kebun, sopir, misalnya) agar memenuhi syarat untuk mendapatkan visa ini.

Filipina

Pindah ke Filipina sangat mungkin dilakukan bagi pensiunan berkat biaya hidupnya yang rendah dan visa khusus pensiunan di negara tersebut.

Untuk mendapatkan visa tersebut minimal harus berusia 50 tahun dan menerima penghasilan $800 (sekitar Rp13 juta per bulan).

Pemohon juga harus menyetor $10.000 (Rp162,6 juta) ke dalam investasi aktif (seperti pembelian kondominium, sewa rumah, dan kavling jangka panjang).

Visa ini memberikan manfaat khusus, seperti pembebasan bea masuk tertentu, dan hak atas manfaat Health Insurance Corporation Filipina.

Baca Juga: IKEA Buka Lowongan Kerja Virtual di Roblox, Digaji Pakai Uang Asli dan Full WFH!

Bahasa Inggris adalah bahasa resmi di Filipina, dan sekitar 55% penduduknya fasih berbahasa Inggris. Hambatan bahasa di sini lebih rendah dibandingkan destinasi Asia Tenggara lainnya, sehingga lebih mudah untuk menetap di negara ini.

Masyarakat Filipina terkenal dengan sikapnya yang hangat dan ramah, rasa hormat terhadap usia dan orangtua juga merupakan nilai budaya yang kuat.

Sama seperti di Indonesia, ada sebutan khusus untuk memanggil orang yang lebih tua, karena memanggil nama dianggap tidak sopan.

Halaman:

Tags

Terkini