Meskipun desain paspornya sederhana (sesuai karakter orang Norwegia yang serbapraktis dan simpel), teksnya yang rapi dicetak dengan bahan fluorescent dengan nuansa malam hari. Ini wujud kebanggaan Norwegia terhadap aurora borealis.
Selain itu, cover paspornya juga tidak memakai warna-warna umumnya paspor (biru, merah, hijau, atau hitam) melainkan warna salmon (paspor reguler), warna pirus, dan putih (diplomatik, pemerintah, dan paspor khusus), serta putih (paspor keadaan darurat).
Baca Juga: Perusahaan Impian Kamu Mengundang Interview usai Kamu Menerima Pekerjaan di Tempat Lain, Now What?
4. Finlandia
Desain paspor negara ini memanfaatkan ilusi optis dari fitur keamanan yang dinamakan optically variable device (OVD).
Di halamannya dicetak gambar seekor angsa yang sedang terbang yang akan terlihat ketika dilihat dengan cara atau cahaya tertentu. Sebelumnya memakai gambar seekor moose sedang berjalan.
5. Kanada
Jika menyebut Kanada, pasti salah satunya teringat dengan daun maple, simbol negara mereka. Dan sudah pasti, daun maple ini muncul sebagai aksen visual paspornya.
Menariknya, gambar daun ini memakai thermochromatic ink, tinta yang akan berubah warna jika ada perubahan suhu terhadapnya.
Baca Juga: 11 Cara Alternatif untuk Menyampaikan Kalimat “Please Find Attached…” dalam Email
Selain itu, desain visual halaman dalam paspornya sangat meriah, terasa magis saat terkena cahaya fluorescent.
6. Filipina
Meskipun sederhana namun paspor Filipina yang cenderung berwarna keunguan ini, di halaman-halamannya ada gambar landmark negara ini. Misal Gunung Mayon, Suangai Bawah Tanah Puerto Princessa, Palawan, dan sebagainya.
Selain itu di setiap halamannya ada bagian-bagian dari lagu nasional negara ini dalam Bahasa Tagalog. Semua akan terlihat di bawah sinar ultraviolet.