PejuangKantoran.com - Menginjak tahun ke-19, Jogja-NETPAC Asian Film Festival atau dikenal dengan JAFF akan menyelenggarakan JAFF Market untuk kali pertama pada tanggal 3 hingga 5 Desember 2024 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Penyelenggaraan pasar film ini diharapkan bisa menjadi hub bagi para pelaku industri film Indonesia dalam membuka jaringan relasi.
“Sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, Indonesia masih belum memiliki satu etalase yang bisa menampilkan industri filmnya.
Baca Juga: Ini Beberapa Perbedaan Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, Pilih yang Paling Sesuai Kebutuhanmu!
"Untuk itu, JAFF Market hadir sebagai sebuah Marketplace dan etalase yang menampilkan industri perfilman.
"Semoga setelah JAFF Market ini benar-benar apa yang di-expect dari semua yang berpartisipasi di sini terpenuhi,” terang Ifa Isfansyah, Chairman JAFF Market, saat konferensi pers JAFF Market di Lucy in The Sky, Senayan Park, Jakarta, Jumat, (30/8/2024) lalu.
Didukung sepenuhnya oleh Kemendikbudristek, JAFF Market diharapkan dapat menjadi titik temu untuk membuka peluang kemitraan bagi para sineas dan para pemangku kepemimpinan, terutama pihak investor.
Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek menyampaikan harapannya agar interaksi di JAFF Market dapat menghasilkan film-film Indonesia yang berkualitas dan mendapatkan apresiasi di festival film internasional.
Berbagai program acara akan digelar selama tiga hari perhelatan acara. Beberapa yang menarik adalah Jaff Future Project (JFP), Jaff Content Market, Talent Day dan, yang menjadi pusatnya, Film Industry Exhibition (Pameran Industri Film).
Lebih detail lagi, JFP adalah wadah bagi para pembuat film baru dari Asia Pacific yang akan dikurasi oleh pihak JAFF untuk dihubungkan dengan para profesional di industri film seperti produser atau distributor.
Baca Juga: Arti Pelat Nomor Mobil Paus Fransiskus dalam Kunjungan ke Jakarta
Sesuai dengan namanya, Jaff Content Market akan menjadi tempat berkumpulnya pemilik konten atau IP seperti buku, lagu, video, gim, atau karya ilmiah yang ingin karya atau kontennya diadaptasi, dialihwahanakan ke film.
Sedangkan Talent Day akan menjadi semacam bursa bagi para pemain baru (aktor/aktris) di industri untuk membuka networking dengan para pelaku industri profesional.
Sedangkan untuk pameran industri film ini, Linda Gozali selaku Direktur JAFF Market, akan mengumpulkan 150 peserta dari berbagai sektor perfilman untuk berpartisipasi. Sejauh ini, sudah ada 50 peserta yang mengikuti pameran.
“Hampir semua OTT (platform streaming film) dan rumah produksi besar di Indonesia sudah menunjukkan minatnya untuk berpartipasi.