senggang

Eat Local Movement, Gerakan Makan Pangan Lokal Yang Bisa Mendukung UMKM. Simak Manfaat Lainnya!

Selasa, 8 Oktober 2024 | 15:30 WIB
Ilustrasi eat local movement (gerakan makan pangan lokal). (AI Sea Art)

 

Pejuangkantoran.com Tak hanya sehat, gerakan makan pangan lokal atau eat local movement ini juga bisa menjadi bagian yang menyelamatkan lingkungan hidup.

Ya betul. Hanya dengan gerakan makan pangan lokal ini, ternyata bisa memberikan manfaat yang banyak.

Gerakan makan pangan lokal (eat local movement) adalah kamu lebih memilih berbelanja dan mengonsumsi bahan pangan yang ditanam/dibudidaya dan diproduksi oleh petani dan produsen di sekitarmu.

Sejumlah manfaat yang bisa didapatkan dari eat local movement ini. Dampaknya bisa langsung maupun tak langsung terhadap lingkungan hidup, ekonomi, sosial, dan kesehatan.

Berikut daftar manfaat gerakan makan pangan lokal (eat local movement):

 

  1. Bahan Pangan Lokal Lebih Segar

Bahan pangan yang ditanam/dibudidaya dan diproduksi lokal itu jelas lebih segar jika dibandingkan dengan yang diambil dari daerah lain yang jauh, apalagi yang diimpor dari negara lain.

Bahan pangan lokal, utamanya yang diproduksi lokal sekitamu, umumnya rasanya juga lebih enak dibanding yang bukan lokal.

Bahan pangan lokal biasanya dipetik atau dipanen sehari atau dua hari sebelum dijual di pasar. Ini yang menjadikannya lebih segar.

Jika buah, matangnya pas tidak terlalu matang saat kamu beli. Bahkan jauh lebih nikmat dibanding dengan buah impor.

Buah atau sayur impor biasanya perlu treatment tertentu agar awet dalam perjalanannya. Oleh karena itu, seorang chef biasanya lebih memilih bahan pangan lokal karena kesegarannya ini.

 

  1. Bahan Pangan Lokal Nutrisinya Lebih Banyak

Buah-buahan dan sayuran umumnya akan kehilangan sebagian nutrisinya dalam perjalanan dari pertanian menuju ke pasar-pasar atau toko-toko penjualnya.

Sebagai contoh, kandungan vitamin C akan mulai berkurang dari buah-buahan dan sayuran begitu dipetik/dipanen. Antioksidan yang terkandung di dalam buah atau sayur, juga akan menurun jumlahnya selama penyimpanan.

Halaman:

Tags

Terkini