senggang

Kualitas Aurora Ribero yang Bikin Timo Tjahjanto Memilihnya untuk The Shadow Strays, Film Laga Netflix

Senin, 21 Oktober 2024 | 08:48 WIB
Kerapuhan maupun kekuatan Aurora Ribero dalam The Shadow Strays dipuji sutradara Timo Tjahjanto. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Sutradara Timo Tjahjanto mengangkat jagoan cewek dalam film Netflix keduanya, The Shadow Strays.

Film laga ni mengisahkan tentang pembunuh bayaran dengan nama sandi 13 (Aurora Ribero), yang tergabung dalam jaringan pembunuh bawah tanah yang dikenal sebagai The Shadows.

Timo mengatakan bahwa ia memilih Aurora Ribero (20) sebagai pemeran utama setelah melihat penampilannya yang luar biasa dalam drama remaja Like & Share.

Baca Juga: The Shadow Strays, Kali Pertama Timo Tjahjanto Garap Laga Ekstrem dengan Bumbu Kisah Cinta

“Jika berbicara tentang (film) action, siapa pun yang memiliki kemauan dan semangat untuk berlatih pada akhirnya dapat melakukannya —tetapi kita tidak melihat sisi kemanusiaan ini pada setiap pemain,” ujar Timo.

“Aurora punya kepolosan tertentu di matanya yang hanya ada satu dari sejuta (pemain).”

The Shadow Strays juga dibintangi oleh Hana Malasan sebagai Umbra (mentor 13), Taskya Namya, Andri Mashadi Trinugraha, Kristo Immanuel, Adipati Dolken, hingga Mawar Eva de Jongh.

Di sepanjang film, Aurora memang menampilkan momen-momen kerapuhan yang memilukan tetapi juga kemarahan yang tak terkendali.

Menurut Timo, kemampuan Aurora mencapai kedua hal yang bertentangan itulah yang membuat karya aktris berdarah Italia-Jawa tersebut sangat mengesankan.

“Salah satu aspek yang cenderung diremehkan orang dalam membuat film action adalah betapa menuntutnya (adegannya) secara fisik.

Baca Juga: Kisah Sukses Ebi Sulastri, Pengusaha Ikan Asap dari Bulukumba yang Sukses Gaet Pasar Internasional Bersama BRI

“Lebih-lebih lagi buat Aurora dalam proyek ini, karena ia harus terus berjalan di garis tipis antara menjadi orang yang rentan dan mesin pembunuh yang meyakinkan,” lanjut sutradara lulusan School of Visual Arts in Australia itu.

“Perjalanan yang ia lalui di balik layar sama sulitnya dengan apa yang ia lalui di layar. Mudah bagi orang untuk menganggap remeh genre ini —dengan mengatakan, ‘Oh, ini hanya film laga biasa’— tetapi komitmen yang dibutuhkan sungguh luar biasa.”

Aurora, yang nggak punya pengalaman sedikit pun dalam film laga sebelum memulai proyek ini, menghabiskan empat bulan berlatih intensif dengan kru koreografi action.

Ada saat-saat di awal persiapan ketika ia merasa putus asa dan ragu apakah ia akan mampu melanjutkannya.

Halaman:

Tags

Terkini