senggang

Naik Transportasi Umum Pun Butuh Etika untuk Kenyamanan Bersama. Berikut Ini Daftarnya!

Sabtu, 2 November 2024 | 06:51 WIB
Menggunakan transportasi umum juga harus beretika. (Sigit Triwahyu)

Jangan grasak-grusuk saat naik kendaraan umum. Kita wajib mendahulukan penumpung yang akan turun. Karena pada momen pergantian penumpang ini kerap terjadi desak-desakan antarpenumpang.

Hal ini bisa membahayakan diri kita sendiri dan orang lain. Lagi pula, jika kita mendahulukan orang yang turun terlebih dahulu, maka akan ketahuan seberapa kosong di dalam kendaraan umum tersebut.

Dengan begitu, kita jadi bisa menentukan mau naik yang saat itu atau menunggu yang berikutnya.

Baca Juga: Lowongan Pekerjaan: Senior Event Planning (Branding) di Oh Some

Etika di kursi penumpang

Beberapa kursi di kendaraan umum ada yang dikhususkan untuk penumpang prioritas, seperti ibu hamil, disabilitas, lanjut usia, dan ibu membawa balita. Sebaiknya memang kita tidak menempatinya.

Kalaupun di kursi tidak ada label untuk penumpang khususdan ada penumpang yang lebih membutuhkan, sudah semestinya tempat duduk tersebut diprioritaskan uantuk penumpang seperti ini.

Jangan berisik

Karena transportasi umum itu digunakan bersama, maka sebaiknya jangan mengobrol atau menelepon dengan suara nyaring. Sebab, beberapa orang yang menjadikan transportasi umum sebagai “tempat istirahat” akan terganggu dengan obrolan yang terdengar lantang.

Jadi kita harus saling menghargai sesama penumpang.

Baca Juga: Agar Pengaduan Pelanggan Ditangani dengan Tuntas, BRI Gelar Sosialisasi dengan Ombudsman

Makan dan minum

Hampir di semua transportasi umum ada larangan makan dan minum di dalam kendaraan. Selain menjaga kebersihan, tujuannya adalah agar bau yang keluar dari makanan tersebut tidak menyebar di dalam kendaraan umum.

Bau makanan dapat mengganggu kenyamanan pengguna lainnya. Terlebih lagi makanan yang kita bawa berbau sangat menyengat, lebih baik jangan dimakan di dalam transportasi umum.

Taruh tas pada tempatnya

Halaman:

Tags

Terkini