Hasilnya, banyak orang yang menemukan rekam medis pribadi mereka dalam kumpulan data pelatihan AI.
Terlepas dari akurat-tidaknya hasil penafsiran Grok, data medis termasuk dokumen pribadi yang tak boleh diketahui oleh orang lain.
Sebenarnya tidak begitu jelas bagaimana dan untuk tujuan apa data yang diunggah tersebut akan digunakan, atau dengan siapa data tersebut dibagikan.
Baca Juga: Jadi Destinasi Wisata, IKN Dikunjungi Ribuan Wisatawan Domestik dan Internasionl Setiap Hari
Itu artinya orang lain juga bisa menemukannya, termasuk penyedia layanan kesehatan, calon pemberi kerja masa depan, atau lembaga pemerintah.
Ini karena sebagian besar aplikasi konsumen tidak menawarkan perlindungan untuk data yang kamu unggah.
Namun seperti disampaikan Elon Musk di atas, usai mendorong pengguna untuk mengunggah rekam medis mereka ke Grok, hasil penafsiran tersebut masih tahap awal.
Tujuannya meminta pengguna X untuk mengirimkan rekam medis mereka ke Grok adalah agar model AI meningkat dari waktu ke waktu, dan mampu menafsirkan pemindaian medis dengan akurasi yang konsisten.
Baca Juga: 4 Aturan Investasi yang Tidak Pernah Dilanggar Para Miliarder di Dunia, Bikin Tambah Untung!
Masalahnya, siapa saja yang memiliki akses ke data Grok masih tidak jelas. Bahkan, disebutkan di tempat lain bahwa kebijakan privasi Grok mengatakan bahwa X membagikan informasi pribadi penggunanya dengan sejumlah perusahaan "terkait" yang tidak ditentukan.
Karena apa yang diunggah di internet akan tersimpan selamanya, maka bijaklah dalam mengunggah apa pun ke sana, termasuk data rekam medis yang kamu miliki. (Elga Windasari)