senggang

9 Hal Urusan Packaging yang Harus Dipahami Oleh Pelapak Maupun Pembeli Supaya Semuanya Happy!

Jumat, 10 Januari 2025 | 09:15 WIB
Entah pelapak atau pembeli, masing-masing wajib memahami packaging yang baik. (PORNSAWAN)

Pejuangkantoran.com – Sempat viral beberapa hari ini di Instagram tentang bagaimana petugas jasa losgistik (pengirman paket) melempar-lempar paket ke dalam truk pengangkut. Menurut akun IG @wkwkmedsos tersebut, kejadiannya di Jakarta, namun tidak menyebutkan operator logistiknya.

Industri logistik tidak dipungkiri menjadi salah satu industri yang menangguk untung besar di era e-commerce ini. Menurut laman supplychainindonesia.com, sektor logsitik Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan tumbuh sekitar 14,16% atau sekitar Rp1.436 triliun.

Dan ini kemngkinan besar tetap akan tumbuh mengingat pertumbuhan e-commerce di tahun 2025 diperkirakan juga akan tetap naik. Menurut riset SEA e-Conomy 2023, nilai e-commerce Indonesia di tahun 2025 diperkirakan mencapai USD82 miliar atau sekitar Rp1,2 kuadriliun. 

Menurut Databoks, nilai transaksi e-commerce Indonesia di tahun 2025 diperkirakan mencapai US$137,5 miliar. Ini tak lepas dari aktivitas penjualan melalui live streaming atau live shopping.

Ini artinya akan makin banyak pengiriman barang lewat jasa logistik. Sayangnya, tidak dietmukam angka yang diterbitkan ke publik yang menyebutkan seberapa besar klaim kerusakan barang karena proses pengiriman.

 Baca Juga: Bukalapak Tutup Layanan Marketplace dan Fokus ke Produk Virtual. Manajemen Kurang Agresif?

Packaging yang Baik

Selain sebagai konsumen yang berbelanja lewat e-commerce atau sebagai pelaku bisnis e-commerce, walaupun sekadar sebagai sampingan, memastikan barang yang dikirim sampai dengan baik adalah hak bagi konsumen dan wajib bagi pelapak.

Untuk itu, kedua belah pihak sudah semestinya memastikan barang yang dibeli terbungkus dengan baik dan aman, sehingga begitu sampai di pembeli tidak dalam kondisi rusak.

Ada sejumlah langkah untuk memastikan bahwa paket terkirim dengan aman:

  1. Pilih pengemasan yang tepat: Pastikan menggunakan kemasan yangkuat dan sesuai dengan ukuran barang. Hindari celah dalam kemasan supaya barang tidak mudah bergerak yang bisa mengakibatkan barang rusak selama perjalanan.
  2. Pastikan menggunakan pelindung: Barang (terutama yang rentan rusak seperti barang elektronik atau barang yang mudah pecah) terbungkus berlapis. Pelapisnya bisa koran, plastik, atau bubble wrap. Jika perlu, gunakan peindung tambahn seperti packaging kayu.
  3. Pastikan menggunakan pita penyegel: Pita penyegel yang kuat, lebar, dan menempel dengan baik memastikan packaging-nya terbungkus dengan baik dan tidak mudah terbuka dalam perjalanan pengiriman. 
  4. Pastikan label pengiriman jelas: Cantumkan label pengiriman yang jelas dan lengkap, termasuk nama pengirim dan penerima, serta alamat yang dituju. 
  5. Perhatikan berat: Perhatikan berat dan distribusi berat paket. 
  6. Perhatikan sudut dan bahkan rusak tepi pacaking: Sudut dan tepi kemasan sudah semestinya akan paling sering mengalami benturan selama perjalanan pengiriman sehingga mudah aus. Pastikan bagian ini diperkuat, bisa dengan menambahii bantalan pelindung di bagian dalam dan menebalkan pita penyegel di bagian luar.
  7. Pilih jasa kirim yang tepat: Pilih jasa kirim yang tepat dan punya track record yang baik, setidakmya yang selama ini kamu pakai tidak pernah bermasalah.
  8. Pertimbangkan asuransi barang: Pertimbangkan untuk menambahkan asuransi barang saat pengiriman, apalagi jika nilai barang cukup besar. 
  9. Pastikan masa berlaku makanan: Jika barang kiriman adalah makanan, pastikan apakah makanan tersebut tahan lama atau mudah rusak. Makanan yang tidak tahan lama, opsi pengiriman biasanya adalah pengiriman di hari yang dengan waktu pembelian atau pengiriman langsung setelah pembelian.

***

Tags

Terkini