PejuangKantoran.com- Kisah perselingkuhan antara ibu dan suami Norma Risma sempat viral di tahun 2022 setelah Norma menceritakan kronologi kejadiannya melalui podcast Denny Sumargo.
Di Lebaran tahun ini, kisahnya akan ditayangkan di seluruh bioskop dimana Tissa Biani akan berperan sebagai Norma, Wulan Guritno sebagai Ambu (Ibu Norma) dan Yusuf Mahardika sebagai Irfan (suami Norma).
“Saya melihat ada yang berbeda dalam cerita ini. Tentang hubungan ibu dan anak dimana ibunya seperti tidak peduli sementara anaknya lebih dekat dengan bapaknya. Dinamika antara Norma dengan bapak ibunya penting,” ujar Dheeraj Kalwani, produser sekaligus pemilik Dee Company, rumah produksi yang merilis film ini di Epicentrum XXI (24/03/2025).
Baca Juga: Sah! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 2025 Jatuh pada 31 Maret 2025
Memutuskan untuk mengangkat dinamika hubungan anak dan orang tua ini ternyata dirasa juga lebih menarik untuk dikembangkan bagi Oka Aurora yang bertindak sebagai penulis skenario film. Tidak akan banyak yang bisa digali jika hanya berfokus pada perselingkuhan.
“Awalnya aku sempat ragu-ragu karena gimana ya, koq kejadiannya nggilani banget! Akhirnya, aku putuskan untuk ngobrol dulu dengan Norma. Dari ngobrol itu, baru ketahuan kalau Norma begitu sayang dengan ibunya tapi di saat yang sama, terluka sekali! Cuma ternyata dia masih bersedia memaafkan. Buat aku itu wow! Jadi, dari situlah skenario digarap. Bagaimana seorang anak yang berbakti pada ibu tetapi malah dikhianati oleh ibunya sendiri!” ujar penulis yang dari tangan dinginnya tercipta skenario sensasional Ipar Adalah Maut.
Kesepakatan pengambilan sudut pandang cerita bukan tentang perselingkuhan juga disetujui oleh Guntur Soeharjanto sebagai sutradara.
Baca Juga: Jangan Suka Menunda Mengirim Lamaran Kerja, Submit dalam Waktu 48 Jam Sejak Lowongan Dibuka
“Film ini tentang karakter. Dari situlah kita menggali mulai dari karakter Norma, Ambu, Abah dan Irfan. Bagaimana perselingkuhan itu bisa terjadi. Kita juga ingin membuat film yang tidak sekadar mengangkat perselingkuhan tapi apa sih yang bisa kita deliver dari film ini? Kita melihat bagaimana seorang anak tetap bisa memaafkan ibunya dan di situ menariknya!” ujar sutradara Guntur Soeharjanto.
Berperan sebagai Norma, Tissa Biani mengaku ia sempat merasa kelelahan karena saat berakting, ia banyak menggunakan emosi sedih. Sampai-sampai, ia menganggap peran Norma adalah satu karakter yang paling berat ia perankan.
“Hampir di setiap scene-nya banyak adegan nangis yang literally air matanya real, emosinya juga real. Aku harus siap-siap mental mengambil peran Norma ini. Kesulitannya aku harus menangis terus dan harus bisa tahan emosi. Pas balik ke rumah kan harus menjadi Tissa lagi. Hanya kadang ada momen-momen yang masih kebawa sama karakter. Ada satu momen aku cape banget sampai tidak bisa keluar air mata. Lalu, aku bilang sama sutradara dan lawan mainku, mami Wulan dan Yusuf, kayaknya aku udah gak kuat deh! Kayaknya aku capek main Norma nih!,” aku Tissa yang pada saat Gala Premiere datang ditemani pacar Dul Jaelani. (Syanne Susita)