Pejuangkantoran.com – Kehilangan selamanya orang yang dicintai, tidak akan pernah mudah bagi siapa pun. Ketika orang yang dicintai, apalagi itu orang tua, meninggal dunia, pasti akan ada yang hilang, ada yag kurang.
Apalagi jika ternyata yang dtinggalkan tidak mengenal secara mendalam siapa dia dan jika ada pesan atau wasiat yang tidak atau belum dijalankan oleh orang-orang yang ditinggalkan.
Ini seperti yang dialami oleh Saras dan Yudis dalam film Selepas Tahlil. Saras (Aghniny Haque) dan Yudis (Bastian Steel) adalah anak dari Hadi (Epy Kusnandar). Ketika Hadi meninggal, teryata ada hal yag belum diselesaikan olehnya.
Baca Juga: Diinspirasi dari Podcast Horor, Selepas Tahlil Mengisahkan Teror Jenazah yang Bangkit Usai Pemakaman
Hal tersebut sudah pernah diwasiatkan kepada Saras dan Yudis, namun belum dilaksanakan. Pengabaian ini membawa buntut terjadinya sejumlah peristiwa mistis yang dialami Saras dan Yudis. Mulai dari jenazah ayahnya yang menghilang dan berjalan sendiri dri Surabaya ke Lamongan.
Dalam teaser trailer berdurasi 1 menit 52 detik yang resmi dirilis Jumat (13/6/2025) ini, film Selepas Tahlil tak hanya menampilkan potongan kisah yang menimbulkan rasa takut, tetapi juga menekan sisi paling rapuh dalam hubungan keluarga, yakni
penyesalan karena hubungan berjarak semasa hidup.
Di teaser ini, penonton diajak menyelami hubungan antara Saras dan Yudhis dengan sang ayah yang telah tiada. Namun bukannya menjadi penghormatan terakhir, suasana duka berubah menjadi ruang penuh luka dan pertanyaan yang belum sempat diucapkan.
Penyesalan Saras dan Yudhis menyelimuti adegan demi adegan, menampilkan sisi seorang anak yang mulai menyadari betapa asingnya kehidupan sang ayah di masa lalu.
Film yang disadur dari salah satu episode podcast horor populer Lentera Malam ini tak hanya kental dengan suasana horror. Film horor pertama garapan BION Studios ini juga mengemukakan drama keluarga yang emosional.
Baca Juga: Jenazah pun Punya Rahasia, Drama dan Teror yang Coba Diangkat oleh Film Selepas Tahlil
“Film ini bukan cuma tentang takut, tapi juga tentang kehilangan. Kami ingin menghadirkan horor yang bukan hanya menyeramkan, tapi juga menyentuh hati,” ujar Adriano Rudiman, sang sutradara, yang untuk pertama kalinya menyutradarai film panjang bergenre horor.
Aghniny Haque, pemeran Saras, menjelaskan bagaimana karakter yang ia perankan adalah potret nyata anak pertama di banyak keluarga, yaitu kuat, logis, dan sering menekan emosinya sendiri.
Tapi di tengah-tengah keanehan mistis yang terjadi, semua logika itu mulai runtuh.
Aghniny mengakui, bahwa bobot peran yang dimainkannya sangat emosional dan dalam. Menurut Aghniny film ini bukan tentang fisik atau aksi, tetapi ada banyak luka yang harus dimunculkan.