“Bermain film horor itu sulit, banyak tantangannya. Seperti di film Sewu Dino, saya harus belajar bahasa Jawa dalam waktu yang cukup panjang.
"Juga karena karakter yang aku mainkan, Erna, kan sudah ada di thread cerita di Twitter. Jadi, aku merasa terbebani, apakah aku bisa memerankan sesuai ekspektasi,” ujarnya.
Erika Carlina
Walau mengaku sensitif terhadap kehadiran mahluk gaib dan bahkan punya pengalaman ketempelan jin seusai syuting film, Erika Carlina mengaku tidak kapok bermain film horor.
Saat ditemui di konferensi pers Sosok Ketiga, beberapa waktu lalu, Erika mengatakan bermain di film horor selalu menyenangkan karena setiap film mempunyai tema atau pesan yang berbeda. Karakter yang dimainkan juga berbeda.
Hal lain yang ia suka saat syuting film-film horor adalah kebanyakan syuting dilakukan di luar kota dan di alam terbuka sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi.
Kesibukan seperti itu sesuai dengan dirinya yang tomboy dan memang penyuka kegiatan outdoor. Ia lalu memberi contoh ketika syuting film Tulah 6/13, lokasinya ada di hutan, air terjun, sampai sungai.
Baca Juga: Agust D Cerita Trauma dan Kecelakaan Motor di MV “Amygdala”
Shareefa Daanish
Nama Shareefa Daanish selama ini dikenal sebagai aktris yang piawai dalam berperan di film horor. Debut aktingnya pun dimulai dengan bermain di film horor, Di Sini Ada Setan The Movie.
Setelah itu, ia terlibat dalam tiga film horor yang sukses juga di box office, yaitu Kesurupan, Takut: Faces of Fear, dan Rumah Dara. Di film terakhir ini, ia berperan sebagai hantu Dara yang sangat ikonik.
Shareefa mengaku bersyukur banyak orang mengenalnya sebagai aktris yang prima dalam film horor. Namun, ia tidak ingin terjebak dalam citra sebagai aktris horor, seperti Suzanna.
"Pencitraan kan, terbentuk dari apa yang dilihat orang. Tapi, saya mau mengeksplor karakter peran di suatu film, enggak mau typecast," tuturnya.
Jadi, tawaran bermain film horor akan tetap terbuka baginya karena yang terpenting adalah cerita dan peran yang ditawarkan kepadanya.
“Bukan tidak mau main horor lagi, tapi lihat cerita dan peran. Kalau menarik, kenapa tidak?” kilahnya.
Taskya Namya
Saat ditemui di konferensi pers Waktu Maghrib, Taskya Namya mengatakan bahwa film tersebut merupakan film horornya yang ke-6. Namun, ia menepis anggapan bahwa dirinya masuk dalam stereotip sebagai aktris spesialis film horor.
Dengan santai Taskya mengakui bahwa rejekinya memang di genre ini, sehingga tidak masalah jika terus bermain film horor.