"Saya hanya menarasikan cerita by phone, responnya langsung suka dan mau (menyutradarai)," terang Dendi.
Setelah menemukan sutradara, naskah pun dirombak ulang bersama Soleh Solihun dan dibantu sutradara Ernest Prakarsa. Setelah itu, proses pencarian pemain pun dimulai. Secara spesifik, Soleh ingin pemain yang memiliki kemampuan menyanyi.
Baca Juga: Sold Out: Hari Pertama Presale Tiket Timnas Indonesia vs Argentina! Calo Pun Bermunculan di Twitter
Proses syutingnya sendiri memakan waktu hampir satu tahun. Bahkan, syuting sempat terhenti selama sebulan karena ada permintaan agar Gilang menurunkan berat badannya.
"Saya dan Soleh sudah menonton empat kali sampai sudah bias dan membuat kami bertanya-tanya. 'Ini lucu nggak, ya? Ini haru nggak ya?',” ujar Dendi, yang juga penulis lirik Labirin yang dijadikan lagu soundtrack film.
Saat gala premiere, Dendi bersyukur melihat sambutan penonton yang bagus. Ia berharap film Star Syndrome bisa jadi alternatif tontonan yang menghibur bagi masyarakat Indonesia.
Star Syndrome akan tayang mulai 8 Juni 2023. (Syanne Susita)