senggang

Mantra Surugana, Film Horor Pertama yang Pendanaannya Melalui Crowdfunding

Jumat, 23 Juni 2023 | 21:21 WIB
Pendanaan film horor Mantra Surugana diatasi dengan cara crowdfunding. (Instagram @mantrathemovie)

PejuangKantoran.com - Membuat film jelas perlu pendanaan yang besar. Tidak hanya dana untuk membayar para pemain, tetapi juga dana untuk penggunaan teknologi seperti CGI (computer-generated imagery) yang tidak murah.

Itu sebabnya para pembuat film seringkali kesulitan mencari pihak-pihak yang mau menjadi investor, atau mendanai produksi film. Sebab, berinvestasi di bisnis kreatif masih dianggap beresiko tinggi.

Jika di luar negeri, masalah ini biasanya diatasi dengan mencari dana secara gotong royong, atau istilah populernya, crowdfunding.

Baca Juga: 3 Cerita Seru Di Balik Pembuatan Onde Mande! yang Bikin Film Ini Terkesan Minang Banget

Banyak film independen yang menggunakan lembaga keuangan digital yang mengelola pengumpulan dana. Contohnya Kickstarter, atau aplikasi urunan massal yang populer seperti Gofundme atau Patreon.

Di Indonesia, pendanaan produksi film secara patungan ini sebenarnya pernah diupayakan oleh beberapa sutradara. Salah satunya Rudi Soejarwo saat menggarap film Bintang Jatuh.

Namun, bentuknya bukan urunan massal digital, atau tidak dikelola melalui lembaga keuangan seperti layaknya di luar negeri. Akibatnya, sulit untuk mengukur tingkat keberhasilan dari upaya crowdfunding tersebut.

Skema pencarian dana melalui crowdfunding, yang nantinya sekaligus jadi tim pengawas pendanaan publik, kini dapat dilakukan di Indonesia.

Adhya Pictures berkolaborasi dengan fintech jasa investasi Bizshare, melakukan crowdfunding untuk mendanai proyek film horor Mantra Surugana.

Dalam waktu lima hari, pendanaan sebesar Rp2,5 miliar untuk film yang disutradarai Dyan Sunu Prastowo itu terkumpul melalui platform Bizshare.

"Tentu saja mencari pendanaan di film sangat, sangat susah. Resiko bisnisnya sangat tinggi. Bagaimana menjaga investasi masyarakat itu terkontrol di dunia kreatif yang sangat abu-abu. Apalagi, di Indonesia.

Mantra Surugana di-raised and promoted melalui equity crowdfunding Bizshare di awal, dan kini semuanya telah terdanai semua. Yang kita coba lakukan ini merupakan usaha pertama di Indonesia.

“Semoga ini bisa mengajarkan masyarakat bahwa dengan uang 50 sampai 500 ribu rupiah, mereka bisa ikut invest di film yang dia suka," terang Ricky Wijaya, produser eksekutif Mantra Surugana, mewakili Adhya Group.

Baca Juga: Diangkat Dari Kisah Nyata, Syuting Film Kutukan 9 Setan yang Berlatar di Bromo Sempat Tersendat

Mengapa harus crowdfunding? Lebih lanjut, Ricky menjelaskan bahwa urunan massal ini merupakan salah satu kekuatan Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini