senggang

Titimangsa Gelar Teater dengan Cerita Horor “Ariyah dari Jembatan Ancol”. Yang Suka Horor Merapat, Yuk!

Sabtu, 15 Juli 2023 | 13:00 WIB
Untuk kali pertama, Titimangsa menggelar pementasan teater horor dengan kisah "Ariyah dari Jembatan Ancol". (Bakti Budaya Djarum Foundation)

PejuangKantoran.com - Demam cerita horror rupanya tidak hanya melanda dunia film. Mengingat penggemarnya yang nggak pernah surut, untuk kali pertama Titimangsa bersiap menggelar pementasan teater dengan kisah horor.

Penikmat teater diajak menonton pertunjukan Ariyah Dari Jembatan Ancol yang diselenggarakan oleh Titimangsa, yayasan budaya yang didirikan oleh aktris Happy Salma bersama Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan Titimangsa yang ke-63 ini akan digelar pada tanggal 27 & 26 Juli 2023 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Baca Juga: Sudah Bisa Ditonton di Aplikasi Streaming, Ini Sinopsis Voice of Silence” yang Dibintangi Yoo Ah-in

“Ini kan pertunjukan Titimangsa yang ke-63. Kita inginnya sustain, panjang napasnya. Itu sebabnya kita harus upgrade terus. Biasanya kita mengangkat cerita klasik, cerita sastra dengan bahasa indah, dengan kalimat yang berbunga dan puitis.

“Ceritanya juga biasanya tentang cinta, tetapi kali ini berani dan cukup kritis dan sastranya ada di peristiwa cerita (bukan dari dialog atau bahasanya),” terang Happy Salma, saat konferensi pers pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Mengangkat kisah legenda urban, Happy Salma mengaku bahwa keputusannya mengangkat topik ini bukan karena latah atau mengikut tren film horor.

Apalagi, menggamit Mikha Tambayong sebagai Yulia, di mana film horor yang dibintanginya awal tahun ini (Sewu Dino) sukses ditonton 4 juta orang.

Baca Juga: 3 Fakta Series “Cinta Dua Masa” yang Bikin Seru Ditonton (Selain Faktor Dikta dan Prilly)

“Iya tidak apa-apa kalau orang berpikiran seperti itu. Riset untuk sandiwara ini sudah kita lakukan sejak tahun lalu, dan saya mengangkat sandiwara sastra dengan cerita legenda urban ini sudah sejak dua tahun yang lalu.

“Horor itu kan memang akan selalu ada, dan menarik. Tapi, saya mengangkat ini karena saya belum pernah bikin dan saya penasaran, pingin bikin,” tambah aktris yang bermukim di Bali ini.

Selain karena penasaran dengan teater horor, ternyata tim Titimangsa memiliki banyak bahan dari hasil riset tentang legenda urban. Menurut mereka, riset yang awalnya digunakan untuk kebutuhan podcast itu sampai sekarang masih dikerjakan. 

“Kebetulan kita punya riset yang panjang tentang urban legend untuk sandiwara sastra yang dibuat dalam bentuk podcast. Naskah bertumpuk-tumpuk dengan riset panjang dan bagus-bagus.

“Jadi, kenapa tidak, kita pakai untuk membuat sandiwara ini!” tambahnya.

Baca Juga: Angkat Tema Sensitif, Syuting Film Dear Jo: Almost Is Never Enough Terpaksa Pindah Ke Azerbaijan

Halaman:

Tags

Terkini