senggang

Tren Traveling 2023: Staycation sampai Liburan Internasional Makin Sering

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:12 WIB
Ilustrasi - Punya Rencana Berlibur Bersama Anak Saat Mudik Lebaran? Berikut 5 Tips Liburan yang Nyaman dan Menyenangkan (Freepik/@freepik)

Penggunaan kata “Healing” yang masif di mesin pencarian Google sebesar 500 persen, dan temuan Pegipegi Travel Report 2022 mengonfirmasi tumbuhnya wellness tourism –yang menawarkan konsep wisata dengan tujuan menjaga dan memelihara kesehatan mental dan jasmani–. 

Di tahun 2023 akan semakin banyak masyarakat yang traveling dengan mendekatkan diri ke alam, sambil memanfaatkan momen perjalanannya untuk merawat tubuh, jiwa, dan menyegarkan pikiran. 

Masyarakat di perkotaan juga semakin tertarik melakukan glamorous camping atau glamping di layanan akomodasi yang menawarkan pengalaman menginap nyaman di tengah alam. 

Selain itu, sebagian kalangan masyarakat, khususnya Gen-Z, akan mengeksplorasi lebih jauh destinasi-destinasi alam cantik di Indonesia yang belum diketahui banyak orang (hidden gems).

Baca Juga: Cap Go Meh, Klimaks dari Perayaan Tahun Baru Imlek yang Juga Merupakan Peristiwa Besar 


Kereta Api, Bus dan Travel Semakin Diminati

Kenaikan transaksi tiket kereta api sebesar 90 persen dan bus & travel lebih dari 200 persen di Pegipegi dibandingkan tahun 2021, menunjukkan kecenderungan masyarakat yang kembali menikmati romansa momen perjalanannya –seperti bercengkerama dengan partner traveling dan menikmati pemandangan selama perjalanan–. 

Tren ini terus berkembang seiring berbagai upaya peningkatan layanan berbagai armada kereta api, bus dan travel yang semakin mendukung kenyamanan masyarakat dalam traveling. 

Group Traveling Semakin Tumbuh

Setelah berkutat dengan pandemi yang menyebabkan setiap orang membatasi dirinya berinteraksi dengan orang-orang sekitar, membuat travelers menjalin kembali momen kebersamaan dengan traveling bersama orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman.  

Frugal Travel Jadi Solusi Alternatif

Pegipegi Travel Report 2022 menunjukkan, sebagian besar responden mengalokasikan bujet per perjalanan dalam rentang Rp1–5 juta dengan frekuensi traveling yang sering dalam durasi waktu yang singkat. 

Potensi risiko resesi ekonomi yang diperkirakan muncul di tahun 2023, akan mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengalokasikan bujet untuk traveling. 

Baca Juga: HUT Bio Farma: Logo Baru Lambang Transformasi Terdepan dan Terpercaya

Meskipun risiko krisis ekonomi mengancam, masyarakat masih melihat traveling sebagai salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan. 

Halaman:

Tags

Terkini