PejuangKantoran.com - Pendidikan tinggi selama empat tahun sudah lama dianggap sebagai jalur standar untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun, menurut CEO OpenAI Sam Altman, model tersebut mungkin tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan perubahan dunia saat ini.
Altman baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai durasi pendidikan tinggi dan mengatakan bahwa kuliah empat tahun terasa terlalu lama. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia berbicara kepada para lulusan dan pekerja muda di bidang teknologi.
Bagi Altman, dua tahun kuliah sudah menjadi waktu yang tepat untuk dirinya. Ia sendiri pernah menempuh pendidikan ilmu komputer di Stanford University sebelum keluar untuk membangun perusahaan teknologi.
Baca Juga: Perusahaan Elektrifikasi dan Otomasi ABB Buka Loker Cyber Security Application Consultant
Dua Tahun Kuliah Sudah Cukup bagi Altman
Altman tidak menyesali keputusannya meninggalkan Stanford sebelum menyelesaikan gelar. Menurutnya, dua tahun yang ia habiskan di perguruan tinggi sudah memberikan apa yang ia butuhkan pada saat itu.
Ia bahkan menilai melanjutkan kuliah lebih lama kemungkinan hanya memberikan manfaat yang semakin kecil baginya.
Pandangan tersebut tentu tidak terlepas dari pengalaman pribadi Altman. Ia keluar dari Stanford ketika masih muda dan kemudian ikut mendirikan Loopt, perusahaan teknologi yang menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan kariernya di dunia startup.
Karena itu, pernyataannya lebih tepat dipahami sebagai refleksi mengenai sistem pendidikan dan perubahan dunia kerja, bukan sebagai anjuran agar semua mahasiswa meninggalkan kuliah setelah dua tahun.
AI Mengubah Cara Orang Belajar dan Bekerja
Salah satu alasan Altman mempertanyakan model pendidikan empat tahun adalah perkembangan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, dunia lima tahun mendatang kemungkinan akan terlihat sangat berbeda dari sekarang. AI membuat akses terhadap informasi, kemampuan teknis, dan berbagai jenis pekerjaan menjadi jauh lebih mudah bagi semakin banyak orang.
Altman juga melihat bahwa semakin banyak orang yang tidak menempuh pendidikan tinggi tetap dapat mencapai kesuksesan. Perkembangan teknologi membuat seseorang bisa belajar secara mandiri, membangun produk, hingga memulai bisnis dengan sumber daya yang sebelumnya sulit diperoleh.
Dalam pandangannya, pendidikan di masa depan mungkin tetap dibutuhkan sebagai proses untuk menjadi dewasa, mengenal dunia, dan mengembangkan diri. Namun, bentuknya belum tentu menyerupai sistem perguruan tinggi seperti sekarang.