Gaya Dramatis Naomi Osaka dengan Kimono Bergaya Kill Bill di Wimbledon 2026 Rebut Perhatian

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 Juli 2026 | 22:05 WIB
Petenis Jepang Naomi Osaka tampil memukau dengan kimono rancangan Hana Yagi di turnamen tenis Wimbledon 2026. (Instagram @britishvogue)
Petenis Jepang Naomi Osaka tampil memukau dengan kimono rancangan Hana Yagi di turnamen tenis Wimbledon 2026. (Instagram @britishvogue)

PejuangKantoran.comTurnamen tenis Wimbledon 2026 seolah menjadi ajang runway bagi petenis Jepang Naomi Osaka. Ia bukan hanya sukses menumbangkan Elsa Jacquemot di babak pertama, tapi juga membuktikan bahwa pakaian tenis yang serba putih itu nggak selalu terlihat membosankan.

Saat berjalan memasuki lapangan (walkout), juara Grand Slam empat kali itu tampil memukau dalam balutan busana yang terinspirasi dari baju adat upacara Jepang. Kimono khusus rancangan desainer Hana Yagi asal Tokyo ini sengaja dipilih Naomi untuk bercerita.

"Setiap momen berjalan masuk ke lapangan adalah kesempatan bagi saya untuk membawa orang-orang masuk ke dalam dunia kreatif saya," kata petenis berdarah Jepang-Haiti Amerika itu, saat diwawancarai oleh Vogue edisi British.

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Turnamen Wimbledon 2026, Kembalinya Serena Williams setelah Vakum Sejak 2022

Kalau diperhatikan lebih dekat, detail kimono tersebut sangat luar biasa. Ada sulaman burung bangau dan bunga sakura yang membentang indah di atas kainnya. Tambahan aksen pita panjang yang menjuntai juga memberikan kesan dramatis pada siluet tubuhnya.

Naomi lalu melepas kimono itu dengan dramatis, untuk berganti menampilkan baju tenis Nike-nya yang praktis, sebelum akhirnya dia melibas Jacquemot dengan skor 6-1 dan 7-5.

Untuk melengkapi penampilannya, Naomi menyanggul rambutnya dan menyematkan tusuk konde tradisional khas Jepang (kanzashi), serta memakai perhiasan dari Mikimoto.

Gaun Nike yang dipakainya sendiri mengadopsi teknik kirigami (seni memotong kertas Jepang) dengan garis potongan yang presisi dan aplikasi bunga tiga dimensi.

"Buat saya, asal-usul saya sebagai orang Jepang itu sangat berarti. Saya sering terinspirasi oleh banyak hal berbeda, dan salah satu film favorit saya adalah Kill Bill. Saya suka sekali karakter yang dimainkan Lucy Liu, yaitu O-Ren Ishii, yang tampil ikonik dengan kimono putihnya.

"Saya selalu bilang ke orang-orang kalau saya kadang suka merasa seperti karakter video gim. Saya tidak mau menjadi diri saya sendiri kalau sedang bertanding di lapangan. Jadi, saya mencoba untuk sedikit meniru karakter tersebut," serunya.

Baca Juga: Mantri BRI Bergantung pada Kapal dan Perahu untuk Bertemu Nasabah di Kabupaten Banggai Kepulauan

Pakaian tradisional di era modern

Karena gayanya yang luwes itu, Naomi Osaka menjadi salah satu atlet yang paling laris di dunia. Tahun 2020, ia menduduki peringkat kedelapan di antara para atlet dalam hal pendapatan dari sponsor. Dia punya pendapatan tahunan tertinggi yang pernah diraih oleh atlet wanita mana pun.

Penampilannya yang berani di Wimbledon 2026 itu langsung menuai pujian dari para pengamat fashion dunia. Huma Khan, penata busana sekaligus Profesor Madya di Pearl Academy Mumbai, menilai bahwa aksi Naomi berhasil memicu dialog tentang cara menghargai dan merepresentasikan pakaian tradisional di era modern.

"Kimono adalah simbol budaya dari seni dan dialog sosial Jepang yang sudah ada sejak berabad-abad lalu. Siluet pakaian Jepang telah menginspirasi para pencinta fashion di seluruh dunia selama beberapa dekade, tetapi maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar keindahan visual.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indian Express

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X