PejuangKantoran.com - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) akan meluncurkan Beasiswa Patriot pada tahun 2025. Ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot Kementrans.
Dilakukan bersama sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pembukaan pendaftaran direncanakan bersamaan dengan Beasiswa LPDP, yakni pada Januari dan Juli 2025.
"Rencananya tahun depan kami sudah akan mulai programnya. Mulai bulan Januari (2025) kami sudah mulai catch up dengan LPDP ini," kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, dilansir dari Detik.com.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun 10% selama Libur Nataru 2024, Ongkos Jakarta-Bali Lebih Murah!
Peserta beasiswa bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia, untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Selain itu, program pendidikan yang dipilih bisa juga berupa kursus singkat di bidang STEM.
Harus ikut pendidikan dasar militer
Karena Beasiswa Patriot bertujuan untuk membangun jiwa bela negara, maka para pendaftar akan disiapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, terlebih dahulu.
“Anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara," jelas Iftitah.
Setelah lulus seleksi, penerima beasiswa akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu dan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan selama 1,5 bulan.
Tahap selanjutnya adalah penempatan di beberapa kawasan transmigrasi selama tiga bulan. Mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.
Selama tiga bulan itu, peserta akan belajar, mengamati, dan menilai apa saja potensi, tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi yang nanti bisa dikembangkan.
Selesai mengikuti masa pelatihan tersebut, barulah peserta akan diberangkatkan untuk menempuh pendidikan.
Wajib kembali ke Indonesia
Tak seperti peserta LPDP lainnya, penerima Beasiswa Patriot harus kembali ke Indonesia.