PejuangKantoran.com - Buat kamu yang sudah lama kepikiran lanjut S2 atau S3 di luar negeri, pendaftaran Australia Awards Scholarships resmi dibuka lho! Ini program beasiswa yang sayang banget kalau dilewatkan.
Australia Awards Scholarships ini program beasiswa bergengsi dari Pemerintah Australia yang sudah berjalan sejak 1953. Selama puluhan tahun, program ini menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Australia.
Lewat studi, riset, dan jejaring profesional, para penerima beasiswa dibekali kemampuan dan perspektif global yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia. Intinya, beasiswa Australia ini ditujukan buat kamu yang punya minat dan potensi jadi agen perubahan.
Baca Juga: Seskab Teddy: 'Tidak Benar Prabowo Pakai Dua Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri, Oke?'
Hal ini terlihat dari pilihan bidang studinya, di mana Australia Awards memprioritaskan area yang selaras dengan kebutuhan pembangunan Indonesia. Mulai dari transformasi ekonomi yang adil dan berkelanjutan, penguatan komunitas yang tangguh terhadap perubahan iklim, hingga pembangunan institusi yang kuat.
Jadi, pilihan jurusan dan rencana kontribusi setelah lulus benar-benar jadi perhatian utama dalam proses seleksi.
Soal manfaat, beasiswa Australia ini cukup komprehensif. Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa juga mendapatkan pelatihan bahasa Inggris, persiapan akademik, dan pengembangan profesional.
Tujuannya jelas, yaitu memastikan para awardee siap sebelum berangkat, mampu beradaptasi selama studi, dan punya bekal kuat saat kembali ke Indonesia.
Program Master dan Doktoral
Seperti sudah disebut sebelumnya, beasiswa Australia ini menawarkan program Master dan Doktoral. Untuk jenjang Master, durasi studi maksimal adalah dua tahun.
Baca Juga: Berapa Kali Tahap Wawancara Kerja yang Wajar, dan Apa Artinya Kalau Proses Rekrutmen Terlalu Lama?
Programnya cukup fleksibel, karena bisa berbasis coursework, riset, atau kombinasi keduanya. Namun, untuk Master by research, ada ekspektasi yang lebih spesifik.
Kamu perlu menunjukkan rekam jejak riset yang jelas dan relevan, termasuk bukti penelitian sebelumnya serta hasil yang pernah dicapai. Selain itu, calon pelamar juga perlu mencari supervisor yang sesuai dengan bidang risetnya, biasanya melalui situs resmi universitas di Australia yang menampilkan kekuatan riset masing-masing institusi.
Ada juga pilihan Double Master, dengan catatan kedua program tersebut sudah tercantum dalam penawaran universitas dan bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun.
Sementara itu, untuk jenjang PhD atau Doktor, durasi studi maksimalnya adalah empat tahun. Beasiswa ini umumnya diberikan kepada pelamar yang sudah atau diproyeksikan menempati posisi strategis.