PejuangKantoran.com - Pada 18 Juni 2026 lalu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.
Ketika suku bunga tinggi seperti sekarang, inilah waktu yang paling pas untuk melirik instrumen investasi pendapatan tetap, seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030.
Karena produk ini diterbitkan saat BI Rate masih berada di level yang relatif tinggi, imbal hasil atau kupon yang didapat akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Baca Juga: Mengapa TikTok Terus Lakukan PHK di Tokopedia? Ini Penyebab dan Divisi yang Paling Terdampak
Tetapi sabar dulu ya, karena masa penawaran ORI030 baru akan dibuka pada 6–30 Juli 2026. Berapa tepatnya kupon yang ditawarkan, juga baru akan diumumkan pada Jumat (3/7/2026).
Kalau kamu berminat, simak dulu beberapa alasan mengapa ORI030 menjadi produk investasi yang sangat menjanjikan:
Kupon tertinggi sejak 2019
Secara historis, kupon ORI selalu ditetapkan di atas suku bunga BI Rate dengan rata-rata selisih (spread) sekitar 133 basis poin. Para analis memperkirakan kupon ORI030 kali ini akan berada di kisaran 6,85% - 7,25% per tahun.
Kalau prediksi ini benar, maka ORI030 akan menjadi ORI dengan kupon tertinggi yang pernah ditawarkan pemerintah sejak tahun 2019.
Keuntungan mengunci bunga tetap
Baca Juga: On Cloud Mulai Libas Dominasi Nike di Pasar Sepatu Lari Premium. Siapa Pesaing Lainnya?
Salah satu daya tarik utama ORI030 di tengah ketidakpastian ekonomi seperti sekarang adalah kuponnya yang memiliki bunga tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo.
Berbeda dengan deposito perbankan yang bunganya bisa langsung turun saat tren suku bunga acuan mulai melandai di masa depan, kita sebagai investor nantinya akan tetap menikmati besaran kupon yang sama tingginya dari awal sampai masa kontraknya habis.
Pajak lebih rendah daripada deposito
Kalau dibandingkan dengan deposito, ORI030 jauh lebih unggul dan menguntungkan, karena hanya dikenakan pajak final sebesar 10%. Angka ini separuh dari pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Otomatis, keuntungan bersih yang masuk ke rekening kita jadi lebih maksimal.