PejuangKantoran.com - Banyak orang ingin cepat kaya lewat investasi. Padahal, menurut para ahli, fondasi keuangan yang sehat justru dimulai dari hal yang jauh lebih sederhana, yaitu siap menghadapi hal-hal yang nggak terduga.
Nah, yang namanya hal-hal yang tidak terduga atau keadaan darurat itu pasti datangnya mendadak. Misalnya, tiba-tiba sakit sehingga butuh rawat inap, kena PHK, mobil ditabrak di jalan, atau ada urusan keluarga yang butuh dana besar sekaligus.
Karena datangnya tiba-tiba, kita nggak punya waktu buat bersiap-siap. Padahal, kesiapan itu sebenarnya bukan masalah seberapa besar gaji kita, melainkan adanya perlindungan finansial yang tepat sebelum krisis benar-benar terjadi.
Baca Juga: BTS Putuskan Mundur dari Grammy 2027, Sikap yang Bikin Army Kaget sekaligus Bangga!
"Orang sering berpikir kalau ada keadaan darurat, mereka masih punya waktu buat siap-siap. Padahal tidak begitu," kata Ram Patrudu, Co-Founder Trovity dan Mad Over Insurance.
"Kesalahan terbesar yang sering dilakukan keluarga adalah fokus menumpuk kekayaan sebelum membangun perlindungan keuangan terlebih dahulu."
Data dari Bank Sentral Indiadan dari laporan beberapa industri lain juga menunjukkan hal serupa. Banyak rumah tangga masih kesulitan soal tabungan, termasuk untuk biaya hidup beberapa bulan kalau penghasilan mereka tiba-tiba berhenti.
Nah, kalau kamu belum punya perlindungan finansial, ini langkah-langkah yang bisa kamu ambil:
1. Bangun dana darurat dulu
Sebelum mengejar keuntungan investasi, tiap rumah tangga sebaiknya punya dana darurat yang bisa menutup kebutuhan pokok minimal tiga sampai enam bulan.
Baca Juga: Menanti Gong Yoo Fan Meeting di Jakarta, Intip 5 Peran Ikoniknya sebagai Pekerja Kantoran
Nggak perlu buru-buru kekumpul dalam semalam. Yang penting nabung konsisten tiap bulan, meski nominalnya kecil. Tujuannya bukan buat cari keuntungan, tapi supaya ada dana yang siap dipakai begitu situasi darurat muncul.
2. Asuransi buat jaga-jaga
Langkah kedua, lindungi diri dari risiko yang bisa menghabiskan tabungan bertahun-tahun dalam sekejap. Sekali rawat inap atau kecelakaan besar bisa membuat keuangan keluarga goyah bahkan hancur. Jadi, jangan menganggap asuransi kesehatan atau asuransi jiwa itu bentuk pengeluaran, melainkan jaring pengaman finansial kamu.
3. Rapikan catatan keuanganmu
Artikel Terkait
Lagi Nyari Rumah Pertama? Kabar Baik, BRI Punya Program 3 Juta Rumah dengan KUR Perumahan
Jika Kamu Bujangan yang Sering WFH, Pilih Tinggal di Apartemen Tipe Studio atau 1 Kamar?
Banyak Gen Z dan Millenial Menunda Prioritas Hidup Mereka Karena Kesulitan Keuangan. Bagaimana Realitasnya di Indonesia?
Bukan Sekadar Warna, Ini Panduan Memilih Lipstik Sesuai Aktivitas Kantoran
Banyak Pelamar Merasa "Digantung", LinkedIn Kini Diselidiki soal Ghost Jobs
Di Luar Kontroversi "Tanpa Rompi Pink" Ternyata Warna Pink Pernah Dijadikan Cat Tembok Sel Penjara!
Karyawan Baru Nggak Perlu Takut Sama AI, Kini Bisa Akselerasi Karier Kamu