Wregas Bhanuteja: Budi Pekerti Menjadi Penghargaan pada Kenangan Masa Kecil di Yogyakarta

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 November 2023 | 22:02 WIB
Sutradara Wregas Bhanuteja banyak memasukkan kenangan masa kecilnya di Yogyakarta untuk film Budi Pekerti. (Instagram @wregas_bhanuteja)
Sutradara Wregas Bhanuteja banyak memasukkan kenangan masa kecilnya di Yogyakarta untuk film Budi Pekerti. (Instagram @wregas_bhanuteja)

Penonton akan melihat bahwa warna-warna yang dominan dalam film adalah kuning dan biru. Ternyata pemilihan kedua warna itu juga ada alasan tersendiri.

Wregas masih mengingat bahwa sampul depan buku Pendidikan Moral Pancasila (kini disebut PPKN) berwarna biru dan kuning. Sebagai bagian dari pelajaran, murid diajarkan tentang budi pekerti dan nilai moral.

“Dulu buku pelajaran PMP itu warnanya kuning dan biru. Di situ diajarkan perbuatan yang terpuji adalah menolong teman yang terjatuh. Perbuatan tercela adalah menyandung kaki teman.

Baca Juga: 5 Alasan HRD Butuh Waktu Lama untuk Memberikan Kabar setelah Wawancara Kerja

“Jadi, ketika pertama kali saya menggarap Budi Pekerti ini mindset dominan saya adalah warna biru sebagai latar tembok, dan yang menjadi benang merahnya adalah warna kuning, yang dijahit mulai dari helm, masker, seragam, dan lainnya!” ujar sutradara berusia 31 tahun ini.

3. Masker duckbill kuning dan perumpamaan unggas

Film Budi Pekerti ini dikisahkan dalam masa pandemi sehingga keempat anggota keluarga Ibu Prani sering terlihat menggunakan masker. Namun, masker yang dikenakan para tokohnya pasti akan menarik perhatian penonton.

Tokoh-tokohnya memakai masker duckbill berwarna kuning menyala. Bahkan ketika karakter Ibu Prani beradu argumentasi dengan tamu yang menyalip antrian, ia terlihat masih menggunakan masker tersebut.

“Kenapa kuning, dan spesifiknya pada masker, adalah karena saya ingin membuat metafora burung sebetulnya. Masker duckbill berbentuk seperti paruh.

Baca Juga: BUMN yang Didirikan BJ Habibie PT Permodalan Nasional Madani Buka Lowongan Data Scientist

“Nah, paruh burung kebanyakan berwarna kuning. Kenapa burung? Ya, karena kita tahu kicauan burung banyak diasosiasikan dengan orang bergosip, membuat berita bohong. Atau beo yang mengulang-ulang.

"Saya mengibaratkan mereka sekeluarga adalah burung yang berada di tengah kawanan burung lain yang mencoba bersuara tetapi di-bully oleh burung-burung yang lain!” pungkasnya.

Budi Pekerti akan tayang di bioskop mulai 2 November 2023. (Syanne Susita)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X