Cinta Pertama Ayah, Ketika Keluarga dengan Relasi Hangat Bisa Mengalami Tragedi yang Berat

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 25 Januari 2024 | 22:07 WIB
Cinta Pertama Ayah, yang dibintangi Yasmin Napper, mengambil tema kekerasan seksual.  (Vidio)
Cinta Pertama Ayah, yang dibintangi Yasmin Napper, mengambil tema kekerasan seksual. (Vidio)

PejuangKantoran.com - Di minggu terakhir Januari, Vidio mengedarkan satu series lagi yang berjudul Cinta Pertama Ayah. Yang menarik dari series 9 episode ini adalah temanya yang menceritakan dinamika seorang ayah dengan anak perempuannya yang mengalami kekerasan seksual.

Dalam Cinta Pertama Ayah, Teuku Rifnu Wikana berperan sebagai Ayah Darma, sedangkan Yasmin Napper berakting sebagai Amara, anak perempuan Darma. Al Ghazali bermain sebagai kekasih Amara, Stefan.

Series Cinta Pertama Ayah mengangkat tema kekerasan seksual karena alasan yang sederhana. Vidio punya banyak cerita remaja, tetapi kebanyakan hanya mengangkat love story. Tema yang ringan menyenangkan, tetapi penonton akan cepat bosan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Rasa Takut Bertanya Saat Meeting (Tenang, Karyawan Senior pun Banyak yang Mengalami!)

“Makanya saya mau mengambil tema kekeluargaan. Apa yang terjadi di keluarga yang hangat dan bahagia kalau ada tragedi? Keluarga ini akan pecah, akan bersatu atau bagaimana?

React-nya seperti apa? Dan, tragedi yang paling berat untuk orang tua lewati adalah kalau anaknya dilecehkan. Bagaimana mereka melewatinya dan saling support, itu yang paling penting!

“Saat orang jatuh, jangan kita tinggalkan,” ungkap penulis skenario Sonya Samtani, usai pemutaran perdana Cinta Pertama Ayah di CGV fX Sudirman, Jakarta, Senin (22/1/2024).

Cinta Pertama Ayah dibuka dengan manisnya hubungan ayah dan anak perempuannya, Darma dan Amara. Namun, kebahagiaan keluarga Darma berubah ketika Amara ditemukan tidak sadar di pinggir pantai.

Ternyata, saat menghadiri acara ulang tahun temannya di sebuah villa, Amara diperkosa. Kejadian itu membuat Amara histeris setiap kali mengingatnya.

“Full nangis bombay di series ini. Justru bagaimana upaya aku untuk meyakinkan anakku bahwa ayah itu selalu ada buat kamu, dan semua akan baik-baik saja. Rasa cinta itu yang bisa men-support keluarga,” ujar Teuku Rifnu Wikana.

Hal menarik lainnya adalah series ini merupakan kolaborasi kedua dari Yasmin Napper dan sutradara Hadrah Daeng Ratu. Sebelumnya, kolaborasi mereka di film 172 Days juga dicintai banyak orang.

Baca Juga: Mau Punya ATK Mahal? Prada Buat Paperclip Mewah Seharga Rp6,8 Juta

Film itu berhasil menembus Top 5 film Indonesia di urutan keempat dengan penonton terbanyak pada tahun 2023, yaitu sebanyak 3.127.671.

Ibu Hadrah is amazing! Setiap kali mau menjelaskan scene, sebelum kita syuting, dia merasakan dari lubuk hati dia dan mengucapkan kata-kata yang so deep dari hati dia.

“Aku sudah dua kali syuting dengan ibu Hadrah, in both of them, she was the same way. She is very helpful, supportive sebagai director.

“Dan dia datang ke set langsung untuk ngobrol sama kita, ngejelasin semua untuk membangun emosi kita sampai akhirnya kita take!” seru Yasmin Napper.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X