Menurutnya, syuting film horor lebih melelahkan. Persiapan produksinya lama karena harus mempersiapkan fisik dan mental. Syuting pun dilakukan di real set seperti di gunung.
“Awalnya takut untuk terima karena aku penakut banget. Ternyata pas baca ceritanya, aku suka banget. Ceritanya fresh karena ada unsur footage-nya yang nggak banyak dimasukkan di film horor.
“Jadi, aku penasaran. Cerita juga dikemas secara anak muda banget. Aku jadi kembali muda. Ya sudah, aku gas! Terimalah!” pungkas Audi. (Syanne Susita).
Artikel Terkait
Siap-siap Tangkap Peluang Jadi Tenaga Perawat Kesehatan dan Bidan di Singapura
Budiman Sudjatmiko: "Ada Agenda Asing yang Ingin Menghambat Kemajuan Bangsa Indonesia"
Kumpulan Quotes Semangat Kerja Buat Kamu yang Habis Long Weekend, Biar Kerja Makin Berenergi!
Ada Tambahan Kemampuan Berbahasa Inggris untuk Profesi Sopir Taksi maupun Bus di Jepang
Lowongan Kerja Quality Control Analyst – Microbiology di Frisian Flag Indonesia
Pekerja Migran Sopir Bus Umum di Singapura Dapat Fasilitas Tempat Tinggal
Menaker Ida Fauziyah Terbitkan Aturan Baru Jika Harus Bekerja pada Hari Pemungutan Suara Pemilu 2024