Puisi-puisi Penyair Terkenal dalam 13 Bahasa, Termasuk Indonesia, Terpampang di Peron Kereta Bawah Tanah di Seoul

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 17 Maret 2024 | 15:11 WIB
Auguries of Innocence, puisi klasik karya William Blake yang terpampang di Stasiun Gwanghwamun, Seoul. (Thecityfix.com)
Auguries of Innocence, puisi klasik karya William Blake yang terpampang di Stasiun Gwanghwamun, Seoul. (Thecityfix.com)

PejuangKantoran.com - Ada banyak cara untuk memperkenalkan budaya suatu bangsa sekaligus mengapresiasi karya sastra. Pemerintah Korea memilih untuk memajang puisi-puisi karya penyair Korea maupun internasional di berbagai peron kereta bawah tanah di Seoul.

Sebanyak 24 puisi internasional dalam 13 bahasa yang berbeda ditampilkan di pintu layar pengaman yang dipasang di peron kereta bawah tanah di Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Baca Juga: PwC Indonesia Beri Kesempatan Lulusan Akuntasi Mengisi Lowongan Kerja Associate - Assurance

Pemasangan puisi tersebut menandai kali pertama puisi internasional dipamerkan sejak mulai menampilkan puisi karya penyair Korea di pintu layar peron kereta bawah tanah pada tahun 2008.

Proyek ini dipelopori oleh Pemerintah Metropolitan Seoul untuk menampilkan puisi karya penyair dan warga Korea, sehingga para penumpang bisa membaca dan mengapresiasi karya sastra selama perjalanan.

Tahun ini, 286 puisi karya penyair Korea, serta 24 puisi karya penyair internasional akan ditampilkan di berbagai lokasi strategis tersebut.

Pemerintah kota berencana menampilkan 24 karya internasional untuk menyambut wisatawan internasional, dan menciptakan momen bagi mereka untuk mengapresiasi karya sastra dalam bahasa ibu mereka.

Baca Juga: Usai Saling Sindir dengan Hyeri di IG Story, Han So Hee Konfirmasi Hubungannya dengan Ryu Jun Yeol

Karya-karya yang ditampilkan akan tersedia dalam 13 bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Cina, Jepang, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Mongolia, Turki, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Belanda.

Serunya, bahasa-bahasa tersebut dipilih berdasarkan negara-negara yang paling banyak mengunjungi Korea pada tahun lalu.

"Kami mengantisipasi tampilan puisi karya penyair luar negeri untuk memberikan kesan bahwa Seoul merangkul warga dunia," kata Choi Kyung-ju, direktur jenderal kantor pusat budaya pemerintah kota.

"Kami berharap turis asing dan warga Seoul dapat bersatu tanpa menghadapi kendala bahasa dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Baca Juga: Kerja Magang Bergaji Rp 18 Juta per Bulan di Jepang, Mau?

Beberapa karya yang ditampilkan antara lain "The Lake Isle of Innisfree" (1888) oleh William Butler Yeats, dan "Adieu" (1915) oleh Guillaume Apollinaire.

Puisi-puisi yang dipilih melalui rekomendasi dari kedutaan besar dan para ahli itu akan ditampilkan dalam bahasa asli dan bahasa Korea di peron kereta bawah tanah di 13 stasiun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Korea Joongang Daily

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X