Sukses Produseri Film Horor Lampir, Ini Alasan Gandhi Fernando Ingin Tetap Garap Genre Beragam

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 April 2024 | 20:22 WIB
Gandhi Fernando berharap bisa memproduksi sekuel film Lampir, menyusul kesuksesannya meraih 300.000 penonton. (Instagram @gandhifernando)
Gandhi Fernando berharap bisa memproduksi sekuel film Lampir, menyusul kesuksesannya meraih 300.000 penonton. (Instagram @gandhifernando)

PejuangKantoran.com - Sambutan film Lampir yang dirilis 14 Februari 2024 lalu ternyata cukup hangat. Hingga akhir jadwal penayangan bioskop, film yang diproduseri dan dibintangi oleh Gandhi Fernando ini ditonton 300.000 penonton.

Sebagai proyek debut sebagai produser, pencapaian angka tersebut sangat menggembirakan bagi aktor kelahiran Jakarta, 8 Februari 1990 itu.

Baca Juga: PT KAI Buka 21 Posisi Lowongan Kerja untuk S1, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

“Film Lampir menjadi film tersukses yang pernah saya produseri sekaligus perani. Penontonnya lebih dari 300.000. Dalam waktu beberapa bulan ke depan, mungkin Juni, akan tayang di Malaysia, Singapura, dan Brunei.

“Kemungkinan akan tayang di Rusia juga,” ujar Gandhi Fernando, saat ditemui di Plaza Indonesia XXl, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari kesuksesan tersebut, wajar jika pemilik nama asli Ferdinandus Gandhi Fernando Hasmana itu berharap bisa memproduksi sekuel film Lampir.

Sebab setelah memproduksi Lampir, Gandhi sibuk menggarap beberapa proyek film dengan genre yang lebih bervariasi.

Baca Juga: 3 Kampus di Prancis dengan Program Studi AI dan IoT Systems, Mitra Beasiswa S2 Kominfo 2024

“Sekarang aku lagi fokus bikin film yang lain dulu. Yang lagi aku kerjakan sekarang ada musikal anak. Judulnya nanti saja aku share di lain hari.

“Aku juga lagi garap film drama thriller yang menceritakan orang yang terjebak di satu lokasi, sama rencananya Tuyul 2,” ungkapnya.

Gandhi mengaku saat ini memilih fokus pada produksi film dengan genre-genre beragam karena ia berusaha mewujudkan mimpi-mimpi idealisnya.

Namun, ia tidak memungkiri bahwa mimpi-mimpi tersebut lebih mungkin tercapai jika ia membuat film horor yang lebih komersil. Produksi film horor bisa lebih laku karena masyarakat Indonesia sangat menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Baca Juga: Samsung Tugaskan Bos-bos Bekerja 6 Hari Seminggu akibat Penjualan Kuartal Akhir 2023 Menurun

“Tetapi aku juga ingin memberi variasi yang lain. Itu sebabnya ada drama musikal anak sama drama thriller. Aku coba memproduksi film-film yang nggak banyak dibuat di Indonesia.

“Hanya, aku tetap perlu subsidi silang. Takutnya yang dua ini kurang diminati, sementara horor lebih dinikmati. Jadi soal horor, aku tetap bikin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X