Selain cerita dan para pemainnya, menonton pertunjukan musikal ini akan terasa fresh karena suguhan kostum para pemain yang menggunakan warna-warna elektrik.
Hagai Pakan yang bertindak sebagai penata kostum pertunjukan mengatakan bahwa ia menggabungkan konsep kekinian dan kontemporer agar tetap terlihat relevan dengan masa sekarang.
Baca Juga: Ternyata Gampang Banget, Menerima dan Mentransfer Uang melalui QRIS Transfer di myBCA
Menurutnya, konsep keseluruhan styling dan penataan busana dibuatnya jadi kontemporer. Jika dilihat secara kasat mata, untuk kehidupan sehari-hari looks yang dibuat masih believable tapi tetap sesuai untuk kebutuhan panggung.
"Aku bermain dengan banyak motif, banyak warna, banyak unsur kearifan lokal yang selalu aku mainkan, dan ini akan tumpah ruah.
"Dengan persiapan 3-4 bulan, kami menyiapkan sekitar 400 lebih looks pakaian. Ada yang dibuat dari nol, ada juga yang di-recycle dari thrift untuk memperlihatkan kesan yang sesuai!” pungkas penata busana pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 2020 itu. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Koleksi Busana Diane von Furstenberg Dibuat dari Serat Ramah Lingkungan
Eno, Film Dokumenter Generatif tentang Musisi Brian Eno yang Dibuat Menggunakan AI
Nvidia Kalahkan Microsoft dalam Kapitalisasi Pasar untuk Menjadi Perusahaan Paling Bernilai
Menara Turyapada Setinggi 115 Meter di akan Segera Menjadi Tujuan Wisata Baru di Bali
Benarkah LinkedIn Bisa Jadi Platform Cari Jodoh Baru?
Survei: 91 Persen Perempuan Sering Digoda Cari Jodoh Lewat LinkedIn
Masih Ada 681 Ribu NIK Belum Dipadankan dengan NPWP, Begini Langkah Pemadanan NIK-NPWP