Ternyata, Ini yang Bikin Rani “Ipar adalah Maut” Tak Merasa Bersalah Berselingkuh dengan Kakak Iparnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 Juni 2024 | 14:14 WIB
Dalam film Ipar Adalah Maut, ada alasan tertentu mengapa Rani tidak merasa bersalah pada Nisa meskipun ketahuan selingkuh dengan kakak iparnya. (IMDb)
Dalam film Ipar Adalah Maut, ada alasan tertentu mengapa Rani tidak merasa bersalah pada Nisa meskipun ketahuan selingkuh dengan kakak iparnya. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Sejak ditayangkan di bioskop pada 13 Juni 2024, film Ipar Adalah Maut sudah ditonton 2.008.577. Hingga kini film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini masih jadi perbincangan karena temanya yang berani.

Ipar Adalah Maut merupakan kisah nyata yang menjadi viral ketika diceritakan dalam beberapa bagian melalui akun Instagram dan tiktok @elizasifaa. Eliza memang sering membagikan kisah-kisah nyata menjadi konten di akun media sosialnya.

Filmnya sendiri berkisah tentang pasangan Nisa (Michelle Ziudith) dan Aris (Deva Mahenra) yang berbaik hati menampung adik Nisa, Rani (Davina Karamoy).

Baca Juga: 1 dari 4 Karyawan Milenial Pilih Resign Jika Ada Permintaan dari Atasan Di Luar Jam Kerja

Seiring berjalannya waktu, Aris menjadi akrab dengan Rani, dan akhirnya menjalani hubungan perselingkuhan.

Penonton dibikin terkaget-kaget karena perselingkuhan itu sudah berjalan begitu jauh, bahkan hingga Rani hamil dan menggugurkan kandungannya.

Parahnya, ketika perselingkuhan itu akhirnya terbongkar Rani merasa tidak bersalah karena telah merebut Aris dari Nisa. Ia bahkan sempat menolak minta maaf pada sang kakak.

Hal itu diungkapkan oleh Eliza Sifa dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo di Youtube. Eliza membeberkan pengakuan Nisa yang asli sebelum kisahnya diangkat menjadi film oleh MD Pictures.

“Mengapa Rani nggak memikirkan perasaan saudaranya?” tanya Denny Sumargo pada Eliza.

“Nah, itu aku nggak tau sih. Dia juga nggak minta maaf, karena dia merasa nggak salah. Habis di forum keluarga itu dia merasa memang karena lebih hot daripada mbak Nisa. (Jadi karena) Persaingan.

Baca Juga: Tarif TransJakarta dan MRT Rp1 Masih Berlaku sampai Minggu 23 Juni 2024

“Itu juga dipacu karena dari kecil Rani itu suka dibanding-bandingin sama Mbak Nisa, sama orang-orang. Baik secara fisik maupun prestasi,” kata Eliza, sambil menambahkan bahwa kisah tersebut aslinya terjadi di sebuah kota di Jawa Timur.

Karena Rani selalu bersekolah di sekolah yang sama dengan Nisa, guru-guru di sekolah pun selalu membandingkan kedua kakak-beradik itu.

“’Kamu adiknya Mbak Nisa ya? Kalau mbak Nisa, mbakmu mah dulu pintar’. Dengan orang-orang lain juga begitu. ‘Lho, ini kakak adik? Kok nggak sama, sih? Kok cantikan mbaknya?’ kayak gitu.

“Habis itu Rani bilang (pada Nisa), ‘Waktu orang-orang ngomong kayak gitu sama kamu, kamu bukannya ngehibur aku tapi kamu menikmati’ -Ini seingat saya ya, kata-katanya,” lanjut Eliza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Instagram @film_indonesia, Youtube @Curhat Bang Denny Sumargo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X