“Tapi, ya, balik lagi, kita ketemu di tengah karena si penulisnya mau bangun karakternya seperti apa, dan production design-nya mau kayak gimana, game-nya maunya kayak gimana,” terangnya.
Saat mensupervisi sutradara baru, aktris kelahiran 15 Oktober 1996 ini tidak mau terlalu memaksakan keinginannya. Malah, ia sengaja tidak mau terlalu campur tangan di segi kreatif.
Menurutnya, ia sudah mempercayakan sisi kreatif film ini pada Jacka dan tim kreatifnya. Prilly ingin mereka percaya diri dengan karyanya.
Baca Juga: Inovasi Tiada Henti, Tekad Promedia Teknologi dalam Peringatan Ulang Tahun Ketiganya
Jadi, hanya karena ia banyak memberi masukan lantas tim kreatif jadi tidak yakin lalu tidak jadi mengeksekusi gagasannya sendiri.
“Aku ingin membangun rasa percaya diri ke tim kreatif. Ini juga proyek pertama Jacka. Dia pasti punya imajinasinya sendiri. Aku nggak mau banyak mengganggu itu.
“Yang penting, aku sudah memberikan kepercayaan dan yakin dia bikin produk yang bagus. Tinggal bagaimana kita menjualnya. Aku tinggal nge-pushnya ke situ,” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Star Alliance dinobatkan sebagai Aliansi Maskapai Penerbangan Terbaik Dunia
Lowongan Kerja EY sebagai Assurance Climate Change and Sustainability Services Associate Consultant
Lowongan Kerja PT Astra International Tbk Sebagai Sustainability Communication Analyst
Berapa Minimal Kekayaan Bersih yang Dibutuhkan Keluarga Kaya untuk Membangun Family Office?
Bukan Sekadar Keluarga Kaya, Ini Pertimbangan Sebelum Mendirikan Family Office
Anak Perusahaan Christian Dior Di Italia Dituduh Mengeksploitasi Tenaga Kerja Ilegal dari China
Ternyata, Tas Dior Seharga Ratusan Juta Rupiah Itu Ongkos Produksinya Tak Sampai Rp1 Juta