Rizal Mantovani Beberkan Alasan Film Pusaka Banyak Tampilkan Adegan Sadis dan Brutal

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 18 Juli 2024 | 17:45 WIB
Film horor Pusaka yang disutradarai Rizal Mantovani bakal bikin kamu bergidik saking brutalnya. (MVP Pictures/A&Z Films)
Film horor Pusaka yang disutradarai Rizal Mantovani bakal bikin kamu bergidik saking brutalnya. (MVP Pictures/A&Z Films)

PejuangKantoran.com - Setelah sebelumnya sukses dengan film horor Kereta Berdarah, rumah produksi milik Raam Punjabi, MVP Pictures, berkolaborasi dengan A&Z Films untuk meluncurkan film horor berjudul Pusaka.

Film yang skenarionya ditulis oleh Husein M. Atmodjo dan disutradarai oleh Rizal Mantovani ini tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis, 18 Juli 2024.

Pusaka mengangkat cerita tentang sekelompok pekerja: Nina (Shareefa Daanish), Hanna (Susan Sameh), David (Ajil Ditto), Sandra (Ully Triani), dan Ade (Ikhsan Samiaji), yang ditugaskan untuk mendata benda bersejarah dan artefak di rumah milik kolektor Risang Wisangko (Slamet Rahardjo Djarot).

Baca Juga: Masa Indah di Startup Sudah Berlalu, Gen Z Tidak Tertarik Lagi Bekerja di Perusahaan Teknologi

Rumah Risang rencananya akan diperbaiki dan dijadikan museum. Saat mendata, para pekerja itu menemukan ruang bawah tanah rahasia yang menyimpan sebuah keris. Tanpa sengaja, mereka melepas kutukan keris pusaka yang terdapat di dalamnya.

Secara spesifik, produser Amrit Punjabi menceritakan bahwa cerita film ini terinspirasi dari naskah sastra Jawa Mpu Gandring yang terbunuh oleh keris buatannya sendiri setelah sebelumnya mengeluarkan kutukan terhadap kerisnya itu.

"Satu hal yang ingin kita tonjolin adalah bagaimana kita membuat cerita horor yang menarik tetapi mengambil dari cerita rakyat. Off course, inspirasi cerita kita dari Mpu Gandring.

“Harapannya agar orang jadi ingin tahu sejarah atau cerita rakyat lainnya. Kita bisa buktiin kalau cerita rakyat kita keren-keren dan bisa diolah menjadi sesuatu yang berbeda,” seru Amrit Punjabi, saat konferensi pers Pusaka di Epicentrum XXl, Kuningan, Jumat (12/07/2024).

Selama proses pengembangan cerita, Amrit meminta tim kreatifnya untuk menciptakan kisah dengan ide-ide kreatif sendiri tanpa harus menyadur dari novel. Atau, seperti yang sedang tren sekarang, mengambil dari cerita yang viral.

“Yang saya banggakan dari tim kreatif MVP adalah, tim benar-benar berkreasi dari nol. The best movie for me is benar-benar dari creative thinking.

“Harapannya semakin banyak ide cerita baru, tidak mengambil dari sana-sini atau yang viral-viral. Kita create something new dan bisa di-enjoy sama seluruh masyarakat Indonesia,” terang anak ke-3 produser Raam Punjabi ini.

Baca Juga: Yang Ingin Studi S2 di Amerika, Ada 17 Universitas AS di US Graduate Fair 2024 Weekend Ini!

Selain cerita yang orisinal, film Pusaka membuat penonton bergidik karena adegan-adegan brutal dan sadis yang disuguhkan dengan ekstrem.

Rizal Mantovani sengaja melakukan hal itu karena ia ingin mengangkat ketegangan setiap tokoh saat berjuang untuk bertahan hidup.

“Semua pilihan yang dibuat oleh karakter-karakter yang diciptakan Monji (nama panggilan penulis Husein M. Atmodjo) selalu memiliki dasar dan alasan. Kadang kita tidak setuju dengan alasan yang dia buat, tapi kita paham kenapa dia melakukan itu.

“Saya rasa ini penting karena orang itu, walau melakukan hal yang tidak kita suka, tapi paling tidak kita mengerti datangnya dari mana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X