Wacana TN Komodo Bakal Ditutup untuk Umum, Menpar Sandiaga Uno Buka Suara

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 13:39 WIB
TN Nasional Komodo akan dibuka-tutup (Pixabay )
TN Nasional Komodo akan dibuka-tutup (Pixabay )

PejuangKantoran.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui Menpar Sandiaga Uno, baru-baru ini mengungkapkan rencana penerapan sistem buka-tutup untuk Taman Nasional (TN) Komodo. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan TN Komodo sebagai destinasi wisata yang mengedepankan prinsip pariwisata hijau berkelas dunia.

Sandiaga Uno menggarisbawahi bahwa dukungan terhadap kebijakan ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata.

“Dengan menerapkan sistem buka-tutup ini, kita berharap dapat menjaga kelestarian TN Komodo tanpa mengurangi daya tariknya sebagai destinasi wisata. Kita harus mendukung upaya ini untuk memastikan bahwa TN Komodo tetap menjadi salah satu tujuan wisata hijau berkelas dunia,” ungkap Sandiaga Uno dalam weekly brief Kemenpar dalam akun youtubenya. 

Baca Juga: 10 Cara Agar Kamu Lebih Produktif Jelang Weekend: Jangans Bawa Pulang Kerjaan ke Rumah!

TN Komodo memiliki kapasitas daya tampung yang melebihi 1.200 pengunjung per hari, dengan total kunjungan tahunan mencapai antara 300.000 hingga sedikit kurang dari angka tersebut. Nia Niscaya, Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa sistem buka-tutup yang direncanakan bukanlah untuk menutup TN Komodo sepenuhnya, tetapi untuk mengatur jumlah pengunjung guna menjaga keberlanjutan.

“Kami ingin menekankan bahwa ini bukanlah penutupan total, melainkan sistem buka-tutup yang lebih tertata dengan baik. Tujuannya adalah meminimalisir dampak pariwisata yang dapat merusak daya tarik TN Komodo.

Dengan langkah ini, kami berharap daya tarik TN Komodo akan semakin terjaga dan berdampak positif bagi kesejahteraan lokal,” kata Nia Niscaya.

Fransiskus Xaverius Teguh, Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF), memberikan dukungannya terhadap sistem buka-tutup ini. Menurutnya, Labuan Bajo perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Pertanyaan Jebakan saat Wawancara Kerja: “Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?”

“Labuan Bajo kini menjadi salah satu destinasi utama di tingkat nasional dan internasional. Dengan pertumbuhan yang pesat, kita harus memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas. Kebijakan penutupan periodik TN Komodo adalah salah satu upaya untuk mengatur jumlah pengunjung dan menjaga ekosistem. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan pariwisata tidak merusak lingkungan dan tetap berkelanjutan,” jelas Fransiskus Xaverius Teguh.

Sistem buka-tutup yang direncanakan bertujuan untuk mengelola jumlah pengunjung secara efisien, bukan membatasi akses secara total. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan pariwisata yang terlalu masif. Selain TN Komodo, terdapat berbagai alternatif wisata lain di Pulau Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dapat dijelajahi.

“Kami mengharapkan pengunjung tidak hanya terfokus pada TN Komodo tetapi juga mengeksplorasi keindahan destinasi lain di Pulau Flores dan NTT. Dengan demikian, pariwisata di kawasan ini akan lebih merata dan berkelanjutan,” tambah Fransiskus Xaverius Teguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X